KY Diminta Turun Tangan Kawal Sidang Pencurian Dokumen

Hukum  RABU, 20 FEBRUARI 2019 , 15:11:00 WIB

KY Diminta Turun Tangan Kawal Sidang Pencurian Dokumen

Rekaman CCTV/Ist

RMOLJakarta.Sidang kasus pencurian Dokumen penting milik Perusahaan PT Bahari Lines Indonesia (BLI) dengan terdakwa Zulkarnain Tawakal dan Ali Wardana dengan Nomor Perkara : 1405/Pid. B/2018/PN.Jkt, Utr digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Namun dalam perjalanan sidang, Gabrila Innhaug selaku pelapor sekaligus Komisaris PT Bahari Lines Indonesia mengungkapkan kekecewaan dalam sidang gelar perkara di PN Jakarta Utara.

"Saya sangat kecewa dari hal kecil jadwal sidang. Saya cari di online hanya ingin tahu perkembangan sidang sampai dimana ternyata tidak ada," kata Gabrila, Rabu(20/2).

Anehnya kata Gabrila, pemeriksaan saksi belum selesai, mendadak sidang langsung menuju tuntutan. "Katanya hakim tidak mau menunggu," ujar Gabrila.

Atas keterangan itu, ia pun meminta perlindungan hukum kepada Komisi Yudisial (KY) untuk memantau jalannya persidangan kasus pencurian dokumen perusahaan yang dilakukan oleh mantan Direktur Operasional  PT BLI yakni Zulkarnain Tawakal.

Agar dalam persidangan itu para hakim yang menunaikan tugas pengambilan keputusan atas kasus tersebut, dapat berbuat adil sesuai perbuatannya terhadap PT Bahari Lines Indonesia.

"Kami sudah kirimkan surat permohonan bantuan ke Komisi Yudisial untuk memantau persidangan. Supaya hukum dapat ditegakkan dengan adil. Dan terdakwa dapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya," harap Gabrila.

Diungkapkan Gabrila, Zulkarnain dan seorang anak buahnya terlihat di sistem keamanan CCTV di Menara Satu jam 23:30 malam mendorong troli yg berisi dokumen curiannya keluar dari kantor BLI satu minggu setelah pemecatannya dari perusahaan.

"Zulkairnan dan asistennya mencuri dokumen-dokumen perusahaan penting yaitu kontak kerja perusahaan selama 5 tahun terakhir," ungkap Gabrila.

Pencurian yang dilakukan Zulkarnain terhadap perusahaan telah memiliki efek negatif yang ekstrim pada pendapatan perusahaan mulai berlangsung pada November 2017.

Oleh karena itu demi kepentingan terbaik bagi perusahaan, PT Bahari Lines Indonesia. Gabrila pun melaporkan ke pihak yang berwajib. Hingga akhirnya Zul diamankan dan diproses oleh polisi. Hingga ke meja hijau.(dod)

Komentar Pembaca
Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

SENIN, 07 MEI 2018 , 19:00:00

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

SENIN, 07 MEI 2018 , 17:00:00

Rumah Nyaman Nelayan Senang

Rumah Nyaman Nelayan Senang

SENIN, 07 MEI 2018 , 15:00:00

Zohri Disopiri Jokowi

Zohri Disopiri Jokowi

KAMIS, 19 JULI 2018 , 00:13:00

Terburuk Dalam Sejarah

Terburuk Dalam Sejarah

JUM'AT, 03 AGUSTUS 2018 , 09:28:00

Hasil Tes Kesehatan Capres-Cawapres

Hasil Tes Kesehatan Capres-Cawapres

RABU, 15 AGUSTUS 2018 , 09:46:00