TKN Apresiasi Kejujuran Prabowo

Politik  KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 , 14:14:00 WIB

TKN Apresiasi Kejujuran Prabowo

Prabowo Subianto/Net

Beragam komentar bermunculan di tengah publik usai debat kedua kandidat calon presiden petahana Joko Widodo dan Prabowo Subianto di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (17/2).

Banyak yang kecewa melihat sikap Prabowo yang tidak agresif. Namun tidak sedikit yang memberi apresiasi dengan sikap Prabowo jujur dan jauh dari kesan keras atau otoriter.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf memuji kejujuran Prabowo saat closing statement debat pilpres kedua mengenai penguasaan lahan di Aceh dan Kalimantan Timur. Namun pernyataan Jokowi soal lahan yang dikuasai Prabowo dinilai bukanlah serangan terhadap pribadi Prabowo. "Justru sebaliknya, pengakuan Pak Prabowo sebagaimana yang dikatakannya dalam closing statement, mengakui bahwa lahan tersebut memang dikuasai Prabowo dan itu bukan menyerang pribadi Pak Prabowo," kata juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily di Jakarta, Kamis (21/2).

Ace mengungkapkan, sebenarnya tidak perlu ada yang tersinggung karena tidak ada yang dilanggar secara hukum dari penguasaan HGU itu. k Karena  Jokowi juga tidak menyatakan soal adanya pelanggaran hukum tersebut dan hanya menyampaikan fakta

Ia menjelaskan, apa yang disampaikan Jokowi sesunggahnya dalam konteks redistribusi aset.

"Sekali lagi bicara soal redistribusi aset dalam konteks reforma agraria. Pak Jokowi mengedepankan program perhutanan sosial yang justru dinikmati rakyat untuk mengelolanya agar lebih sejahtera," pungkas Ace.

Ahli gestur dan psikologi politik Dewi Haroen menilai, penampilan Prabowo saat debat kedua itu merupakan strategi re-branding Prabowo yang dilakukan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Strategi itu cukup berhasil menampilkan The New Prabowo.

Saya melihat ada re-branding dari Prabowo. Dari debat pertama sampai debat kedua sudah terlihat dia mau memperlihatkan the new Prabowo-nya, jadi yang selama ini dibilang Prabowo itu keras, tidak bisa mendengar orang lain,  otoriter, semua itu jadi terbantahkan,” ujar Dewi Haroen melalui sambungan telepon.

Dewi Haroen mengungkapkan, Sebenarnya Prabowo memiliki sifat-sifat yang tenang, namun pemberitaan di media diframing seolah-olah dia keras.

Sehingga sosok yang keras dan menakutkan lebih mendominasi pemberitaan dan opini publik. Sebenarnya ada dua kombinasi kepribadian  Prabowo,  seiring bertambahnya usia, sehingga dia lebih wise. Dia sangat tahu situasi negara ini seperti apa,” papar Dewi.

Dewi menduga, Prabowo tidak ingin situasi politik bangsa ini yang kian memanas akan semakin panas.

"Sehingga dia tampak lebih bijak saat debat kedua,” tegas Dewi.

Perubahan itu tentu saja membuat banyak pendukungnya kecewa. Sebab, biasanya dalam debat, petahana lebih mengandalkan show off data-data keberhasilan selama berkuasa.

Namun debat kedua itu terasa terbalik, justru petahana menyerang penantang,” tutur Dewi.

Bahkan menurut Dewi, justru petahana menyampaikan data-data yang tidak akurat yang akhirnya menjadi bahan diskusi menarik paska debat.

Menjadi tanda tanya besar, ketika beberapa media mainstream justru memojokkan petahana yang dengan percaya dirinya menyampaikan data-data yang akhirnya dibantah banyak pihak,” jelas Dewi.

Dewi melihat, debat kedua kemarin Prabowo juga banyak menyerang, hanya caranya sangat berbeda.

Meskipun menyerang, namun semuanya dilakukan dengan senyuman, bahkan Prabowo tidak mau memperpanjang debat jika ternyata berbeda pandangan,” katanya.

Sebelumnya, juru bicara BPN Prabowo -Sandi, Faldo Maldini mengatakan Prabowo akan mempreteli klaim-klaim keberhasilan Jokowi di sektor infrastruktur dalam debat capres kedua itu.

Menurut Faldo, Prabowo akan membedah pembangunan infrastruktur yang tidak berdampak pada peningkatan produksi hasil pertanian dan tak tercapainya target swasembada pangan.

"Prabowo akan menguji argumentasi-argumentasi klaim keberhasilan yang disampaikan petahana dan menyampaikan beberapa gagasan," kata Faldo.

Faldo juga menvgungkapkan, BPN memiliki catatan kinerja pemerintahan Jokowi selama ini terutama soal janji-janji yang tidak terlaksana.

"Kami punya catatan janji-janji petahana yang tidak tercapai. Misalnya, tidak ingin impor di 2015, tapi ternyata impor," ucap Faldo.(dod)

Komentar Pembaca
Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

SENIN, 15 JULI 2019 , 14:53:43

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

JUM'AT, 12 JULI 2019 , 14:15:15

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

SABTU, 25 MEI 2019 , 13:35:00