Alhamdulillah, Ketua Umum PA 212 Tak Lagi Tersangka

Hukum  SELASA, 26 FEBRUARI 2019 , 08:33:00 WIB

Alhamdulillah, Ketua Umum PA 212 Tak Lagi Tersangka

Ustadz Slamet Ma'arif/Ist

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Kombes Agus Tri Atmaja, mengungkapkan, pihaknya telah menutup kasus dugaan pelanggaran pidana pemilu yang menjerat Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustadz Slamet Ma'arif di Polres Surakarta. Sebelumnya tersiar kabar polisi akan menjemput paksa Ustadz Slamet.

"Hasil pembahasan terhadap hal tersebut dengan melibatkan Sentra Gakkumdu, para ahli dengan koordinasi, diperoleh keputusan bahwa perbuatan yang dilakukan Slamet Ma'arif pada saat itu belum bisa dilimpahkan ke kejaksaan. Berarti kasusnya digugurkan," kataAgus Tri Atmaja (26/2).

Agus menjelaskan, terjadi perbedaan antara ahli pidana pemilu dan KPUD Surakarta dalam menafsirkan makna kampanye. Ini menjadi alasan pertama penghentian kasus.

"Kedua, unsur mens rea atau niat pelaku belum bisa dibuktikan karena sampai sekarang tersangka dipanggil dan belum bisa hadir. Sedangkan kami hanya punya waktu 14 hari," ujar Agus.

Lalu alasan terakhir kasus ini digugurkan, kata Agus, telah disepakati oleh unsur-unsur Sentra Gakkumdu Surakarta dalam rapat. "Keputusan rapat Sentra Gakkumdu Solo," ucap Agus.

Agus juga mengungkapkan kepolisian telah menyikapi kasus tersebut dengan netral, objektif, dan profesional. Penyidik, tambah Agus, menghormati pendapat dari semua unsur di Sentra Gakkumdu Surakarta.

"Polri tidak mengkriminalisasi ulama, Polri tetap akan mengawal agar pemilu atau kampanye selalu dalam koridor hukum. Polri tetap menjaga pemilu tidak mengeksploitasi isu-isu SARA dan Polri akan tetap menjamin situasi kondusif keamanan dengan mengedepankan supremasi hukum," tegas Agus.

Semula Ustadz Slamet Ma'arif dijerat Pasal 492 dan 521 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang melakukan kampanye yang dilarang bagi peserta pemilu dan tim kampanye. Dugaan pelanggaran dilakukan saat dia menjadi pembicara dalam tabligh akbar PA 212 di Solo pada 13 Januari 2019. Namun kini kasusnya dianggap gugur.

"Polri tetap akan mengawal agar pemilu atau kampanye selalu dalam koridor hukum. Polri tetap menjaga pemilu agar tidak mengeksploitasi isu-isu SARA dan Polri akan tetap menjamin kondusivitas keamanan dengan mengedepankan supremasi hukum," tandas Agus.(dod)

Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

SABTU, 25 MEI 2019 , 13:35:00