Politisi PAN Ini Minta DPRD Tak Sebarkan Hoaks Jual Beli Jabatan

Jakarta  SENIN, 04 MARET 2019 , 08:35:00 WIB

Politisi PAN Ini Minta DPRD Tak Sebarkan Hoaks Jual Beli Jabatan

Dany Kusuma/Ist

RMOLJakarta.Politisi PAN DKI Jakarta, Dany Kusuma turut mengomentari kabar tak sedap soal dugaan adanya pungutan liaDr (pungli) atau 'mahar' di seputar pergantian camat dan lurah di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Dany menilai isu tersebut tak berdasar dan terkesan hendak menyudutkan Gubernur DKI Anies Baswedan.

Dany pun mensinyalir bahwa isu tersebut hanyalah hoaks murahan yang sengaja diproduksi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Kalau ada yang nuduh pergantian camat dan lurah sarat dengan transaksional ya tinggal dibuka saja, tunjukkam buktinya. Jangan hanya koar-koar dan ribut di media menuduh ada pungli di rotasi camat dan lurah," kata Dany kepada wartawan di Jakarta, Senin (4/3).

Dany juga meminta agar anggota DPRD DKI tidak ikut memancing di air keruh dengan turut serta menyebarkan hoaks. Salah satu yang paling vokal adalah partai oposisi PKB yang dimotori Ketua Fraksi PKB DPRD DKI, Hasbiallah Ilyas.

Menurut Dany, pergantian lurah dan camat di ibukota pada Senin (25/2) lalu, sudah sesuai aturan. Pasalnya, selama setahun lebih duduk di kursi DKI-1, Anies juga baru kali ini merombak besar-besaran camat dan lurah.

Dari 1.125 pejabat DKI yang dirombak, mereka terdiri dari 15 eselon II, 274 eselon III, dan 836 eselon IV.

Anies, kata Dany, tegas menyampaikan bahwa perombakan 1.125 pejabat itu sudah melalui proses analisis jabatan yang panjang selama beberapa bulan.

Proses analisis jabatan di Badan Pertimbangan Jabatan (Baperjab) juga dilakukan bertahap sebagaimana mestinya.

"Pergantian camat dan lurah sudah melewati mekanisme yang benar dan itu dipimpin langsung oleh Gubernur. Kita sepakat, mari bersama-sama perangi berita hoaks, bagi siapa saja yang mau mengkritik Anies harus bisa menahan diri kalau belum punya bukti, jangan buru-buru menyebarkan berita bohong ke masyarakat," ucap Dany. 

Caleg PAN Dapil 10 Jakarta Barat ini juga berharap di tahun politik 2019 ini semua pihak sebaiknya bisa menahan diri dengan tidak membuat kegaduhan yang tidak perlu, dengan cara menyebarkan isu-isu yang rawan mengundang polemik.

"Mari kita bersama ciptakan suasana yang kondusif, khususunya di Jakarta sebagai pusat penyelebggaraan Pemilu dan Pilpres 2019," Dany mengingatkan.

Namun demikian, Dany juga mempersilakan pihak-pihak yang merasa mengantongi bukti tentang yang disebutnya 'mahar', agar melaporkan ke aparat berwajib.

"Jadi, kalau memang ada yang merasa punya bukti praktik jual beli jabatan di Pemda DKI dibawa ke jalur hukum. Sekali lagi, jangan hanya koar-koar di media. Tapi, kalau gak ada bukti itu sama saja anda menyebarkan hoaks," ungkap Dany. 

"Apalagi, kalau ada wakil rakyat yang ikut-ikutan menyebarkan berita bohong, malu sama lembaga DPRD-nya," Dany menambahkan.

Diketahui, sebelumnya Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas mengaku mendukung rotasi pejabat di lingkungan Pemprov DKI yang baru dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, jika tujuannya untuk proses penyegaran organisasi.

Namun, di sisi lain, Hasbiallah juga menyoroti desas-desus pemilihan lurah yang dikabarkan memerlukan tarif.

"Banyak keluhan dari lurah-lurah yang menyampaikan ke kita, bahwa ini ada tarif," kata Hasbiallah.(dod)

Komentar Pembaca
Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

SENIN, 07 MEI 2018 , 19:00:00

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

SENIN, 07 MEI 2018 , 17:00:00

Rumah Nyaman Nelayan Senang

Rumah Nyaman Nelayan Senang

SENIN, 07 MEI 2018 , 15:00:00

Zohri Disopiri Jokowi

Zohri Disopiri Jokowi

KAMIS, 19 JULI 2018 , 00:13:00

Terburuk Dalam Sejarah

Terburuk Dalam Sejarah

JUM'AT, 03 AGUSTUS 2018 , 09:28:00

Hasil Tes Kesehatan Capres-Cawapres

Hasil Tes Kesehatan Capres-Cawapres

RABU, 15 AGUSTUS 2018 , 09:46:00