Jakbar dan Jaktim Paling Rawan DBD

Jakarta  SENIN, 04 MARET 2019 , 20:26:00 WIB

Jakbar dan Jaktim Paling Rawan DBD

Widyastuti/Net

Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah melakukan pemetaan kasus DBD per kecamatan berdasarkan angka kejadian (incidence rate-IR). Hasilnya ada 84 Rukun Warga (RW) yang ditemukan rawan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Daerah yang paling banyak jumlah RW rawan DBD ada di Jakarta Barat sebanyak 38 RW. Di posisi kedua ada di Jakarta Timur sebanyak 25 RW rawan, lalu Jakarta Selatan sebanyak 11 RW rawan.

Sedangkan di Jakarta Pusat ada sebanyak tiga RW rawan dan Jakarta Utara sebanyak tujuh rawan.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan pemetaan yang dilakukan sebagai bagian upaya agar pihaknya bisa lebih fokus dalam menangani kasus DBD di Jakarta. Sehingga jumlah kasus DBD dapat ditahan tidak semakin meningkat dan mencegah semakin banyak korban meninggal akibat virus dengue ini.

Kami sudah memetakan RW yang rawan. Supaya nanti fokusnya tuh tidak kesemua RW sama. Artinya, semua RW kita perhatikan, tetapi kita fokus juga lebih intens kepada RW rawan. Dengan adanya 84 RW rawan, kita akan updatekondisinya setiap seminggu sekali,” kata Widyastuti di kantor Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Senin (4/3).

Masih dari hasil pemetaan tersebut, pihaknya juga sudah melakukan pemetaan kecamatan yang paling tinggi hingga paling rendah kasus DBD. Hingga per 3 Maret 2019 pukul 05.00, kecamatan yang paling tinggi angka kejadian DBD adalah Kalideres. Diikuti Pasar Rebo, Cipayung, Matraman dan Jagakarsa.

Jadi lima kecamatan ini menjadi kecamatan yang IR tertinggi di DKI per tanggal 3 Maret,” ujar Widyastuti.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, per 3 Maret 2019, jumlah DBD di DKI Jakarta sudah mencapai 2.343 kasus dengan satu kematian.

Wilayah yang paling banyak terjadi kasus DBD adalah Jakarta Timur sebanyak 685 kasus. Disusul wilayah Jakarta Barat dan Selatan masing-masing 651 kasus. Kemudian Jakarta Utara sebanyak 220 kasus dan Jakarta Pusat sebanyak 134 kasus. Sedangkan yang paling rendah ada di Kepulauan Seribu sebanyak dua kasus.

Bila dibandingkan dengan Januari, kasus DBD di bulan Februari meningkat tajam dibandingkan bulan Januari 2019. Kasus DBD di bulan Januari mencapai 989 pasien. Sedangkan di bulan Februari tercatat ada 1.354 kasus DBD. Artinya terjadi peningkatan sebanyak 36,9 persen di bulan Februari. Sedangkan di bulan Maret ini masih nihil.(dod/han)

Komentar Pembaca
Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 , 12:31:48

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11