Ternyata, Perempuan di Kamar Andi Arief Informan Polisi

Peristiwa  RABU, 06 MARET 2019 , 09:03:00 WIB

Ternyata, Perempuan di Kamar Andi Arief Informan Polisi

Neta S Pane/Ist

Mabes Polri akhirnya mengakui bahwa ada seorang perempuan saat penangkapan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (3/3). Andi Arief ditangkap usai mengkonsumsi narkoba jenis sabu berikut barang bukti alat hisap sabu.

Sayangnya, polisi tidak buka-bukaan lebih jauh terkait sejauh mana peran dan motif perempuan yang diketahui berinisial L itu, saat bersama Andi Arief di dalam kamar hotel. Polisi hanya mengatakan Andi Arief dengan perempuan berinisial L itu saling kenal.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menyoroti transparansi polisi dalam mengusut kasus Andi Arief.

Neta menyayangkan polisi sering mengubah-ubah keterangannya dan cenderung saling tumpang tindih dengan keterangan sebelumnya, terutama soal keberadaan perempuan yang bersama Andi Arief.

"Sejak awal ada perempuan itu Kabareskrim yang ngomong, kita dapat foto perempuan di tempat tidur, ada Andi Arief juga, fotonya sangat valid," kata Neta S Pane dalam ILC tvOne, Selasa (5/3) malam.

Berdasarkan informasi yang dia terima, perempuan yang belakangan diakui polisi ada bersama Andi Arief saat ditangkap merupakan seorang informan.

"Kita dapat info perempuan itu cepu, artinya informannya polisi," ujar Neta.

Menurut Neta, penggunaan seorang informan atau cepu biasa dilakukan aparat penegak hukum untuk memberantas kejahatan polisi. Apalagi kata dia, Andi Arief juga sudah menjadi target operasi (TO) polisi dalam kasus narkoba.

"Kebetulan kemarin kami dapat info sesungguhnya ada barang bukti, itu kenapa klosetnya dirusak karena ada upaya membuang barang bukti dan sampai sekarang tidak ketemu," terang Neta.

Terlepas dari hal itu, Neta mengapresiasi aparat Kepolisian yang berhasil menangkap Andi Arief, yang merupakan elite politik di Partai Demokrat. Karena bukan tak mungkin, peredaran narkoba di kalangan elite politik ini juga masif layaknya di kalangan selebritis.(dod)

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09