Jokowi dan Polri Ditanyai Soal Beda Kasus Ahmad Dhani Dengan Robertus Robet

Hukum  SABTU, 09 MARET 2019 , 09:32:00 WIB

Jokowi dan Polri Ditanyai Soal Beda Kasus Ahmad Dhani Dengan Robertus Robet

Robertus Robet/Net

Polemik soal penetapan tersangka terhadap akademisi Robertus Robert masih terus berlanjut. Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustadz Tengku Zulkarnain lantas menyamakannya dengan kasus Ahmad Dhani.

Hal itu disampaikan Ustadz Tengku Zulkarnain melalui akun Twitternya, @ustadtengkuzul yang diunggah pada Jumat (8/3).

Dalam cuitannya tersebut, Ustadz Tengku juga melakukan mention terhadap akun Twitter Presiden Joko Widodo dan Divisi Humas Mabes Polri.

"Mana Lebih Besar Slaah Orang Ini dengan Salahnya Ahmad Dhani? Layakkah Ahmad Dhani Dipenjara, tapi Orang Ini Dibebaskan? Bagaimana @DivHumas_Polri dan @jokowi .? Bagaimana Kaum Muslimin? Monggo Dijawab," tulis Ustadz Tengku.

Sebelumnya, aktivis Robertus Robet dijemput tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kamis (7/3) dini hari. Sahabat aktivis Rocky Gerung itu ditangkap lantaran diduga melakukan penghinaan terhadap institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dugaan penghinaan terhadap TNI itu berlangsung pada saat Aksi Kamisan di depan Istana Negara, beberapa waktu lalu.

Belum diketahui pasti motif Robertus melakukan ujaran kebencian dalam orasinya itu. Polisi masih memeriksabya secara intensif.

Adapun atas perbuatannya, dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu diduga melanggar Pasal 45 A ayat (2) Jo 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP terkait tindak pidana menyebarkan informasi yang ditunjukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dana tau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), dan/atau Berita bohong (hoax), dan/atau penghinaan terhadap penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia.

Meski telah ditetapkan tersangka, Robertus tidak ditahan. Dia dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik.(dod)

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09