Politisi Golkar Bohong! Pejabat Dinkes DKI ke Vietnam Plesiran Bukan Studi Banding

Jakarta  SENIN, 11 MARET 2019 , 05:26:00 WIB

Politisi Golkar Bohong! Pejabat Dinkes DKI ke Vietnam Plesiran Bukan Studi Banding

Pejabat Dinkes DKI Jakarta plesiran/Ist

Kontroversi kepergian puluhan pejabat kesehatan di Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta makin memanas.

Diketahui, awalnya Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) yang membongkar plesiran pejabat kesehatan di Dinkes DKI ke Vietnam pada Jumat (8/3).

Sekretaris Nasional Rekan Indonesia, Ervan Purwanto menyatakan, kepergian puluhan pejabat di ke Vietnam adalah sebuah ironi. Karena saat ini ibukota  sedang menghadapi wabah demam berdarah dengue (DBD).

Menanggapi kabar keberangkatan puluhan pejabat kesehatan ke Vietnam, Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramli Muhamad menyebutkan bahwa kepergian mereka untuk studi banding penanganan kasus DBD dan pelayanan rujukan BPJS Kesehatan.

"Saya mendukung kegiatan para pejabat Dinas Kesehatan DKI yang melaksanakan studi banding ke Vietnam. Kegiatan mereka itu nanti untuk diterapkan di DKI Jakarta. Bagaimana menanganai kasus DBD dan pelayanan rujukan BPJS Kesehatan," kata Ramli Muhamad, Jumat (8/3) seperti yang dilansir sebuah media online.

Menurut Ervan, pernyataan Ramli  sangat mengada-ada. Karena, pertama kepergian mereka ke Vietnam tersebut juga mengikut sertakan keluarga dan pensiunan.

Alasan kedua, Vietnam bukanlah negara yang dianggap berhasil menangani wabah demam berdarah.

Ketiga, Vietnam dengan prinsip preventif health care tidak lagi menitik beratkan pada asuransi kesehatan sementara Indonesia baru bergerak pada penataan kuratif yang efektif dan efesien melalui BPJS.

"Apa DKI mau meninggalkan BPJS sehingga perlu studi banding soal itu ke Vietnam," kata Ervan melalui keterangan tertulisnya, Senin (11/3).

"Bohong kalau mereka dibilang studi banding, apalagi alasan soal DBD dan pelayanan rujukan BPJS. Vietnam sendiri masih menjadi uji klinis vaksin dengue sama dengan Indonesia apa yang mau di studi. Kalau mau studi banding ya Australia yang sudah berhasil menangani DBD.l, sambungnya.

Ervan menjelaskan, berdasarkan data WHO, Vietnam dan Indonesia merupakan negara endemi DBD bersama dengan negara Asean lainnya.

Data WHO menyebutkan pada tahun 2012 ada sekitar 100 orang yang meninggal dunia akibat DBD setiap tahunnya di Vietnam. Sementara, dalam periode sama, 100.000 warga Vietnam terinfeksi. Lalu turun pada 2014 dan pada tahun 2016 angka penderita DBD di Vietnam naik 42 persen, yaitu 90.626 penderita. Tahun 2017 mencatat sebanyak 150.000 kasus DBS setiap tahun dan 40 pasien meninggal.

"Dari data tersebut kita patut bertanya apa yang mau dipelajari dari Vietnam dalam hal penanganan DBD? Vietnam sendiri masih bergelut dengan penanggulangan DBD sama seperti di Indonesia. Dalam pencegahannya juga sama seperti Indonesia, yaitu selain pemberantasan sarang nyamuk juga pengembangan predator jentik. Harusnya kalau mau studi banding ke Australia yang sudah berhasil mengembangkan Bakteri Wolbachia untuk memberantas jentik nyamuk,” pungkas Ervan.(dod)

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00