4 Hari Setelah Dinaiki Jokowi, KRL Terguling

Peristiwa  SENIN, 11 MARET 2019 , 11:17:00 WIB

4 Hari Setelah Dinaiki Jokowi, KRL Terguling

Joko Widodo/Net

Kementerian BUMN mendesak PT Kereta Api Indonesia dan anak usahanya, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), segera menormalkan sarana perkeretaapian pasca-kecelakaan KRL KA 1722 Jatinegara-Bogor, Minggu (10/3).

"Kami prihatin atas musibah yang terjadi pagi tadi. Apalagi sampai menimbulkan korban. Kami juga meminta maaf kepada para korban. Saya harap PT KAI dan KCI bisa segera menolong para korban yang terluka akibat kecelakaan ini," kata Deputi Pertambangan dan Industri Strategis serta Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, di Jakarta, Minggu (10/3).

PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) diminta segera menangani peristiwa ini, termasuk penanganan terhadap para korban kecelakaan KA 1722, dengan menanggung biaya perawatan dan pengobatan.

"Selain itu KAI dan KCI agar menanggung semua biaya perawatan dan pengobatan korban luka. Serta manajemen diharapkan secara bertahap bisa menormalkan sarana perkeretaapian," kata dia.

Hal itu agar pelayanan KRL untuk masyarakat tidak terganggu terlalu lama dan bisa kembali menggunakan KRL.

Vice President Komunikasi PT KCI, Eva Chairunisa, menjelaskan, para korban sudah dievakuasi. Hingga Minggu pukul 12.10 WIB, jumlah korban luka mencapai 17 orang.

Sebanyak sembilan orang dilarikan ke Rumah Sakit Salak Bogor dan 8 lainnya di pos kesehatan Stasiun Bogor.

Kereta yang tidak anjlok dievakuasi dengan ditarik sementara ke Stasiun Cilebut. Sedangkan kereta yang anjlok menjalani evakuasi lanjutan karena terkait dengan perbaikan prasarana perkeretaapian.

Perjalanan KRL dari dan tujuan Bogor saat ini sudah dapat dilayani lagi, terhitung sejak Senin (11/3) pukul 05.00 WIB.

Sebelumnya, perjalanan KRL dari arah Jakarta Kota maupun Angke atau Jatinegara menuju Bogor hanya dilakukan sampai Stasiun Depok.

Eva mengatakan, bagi para pengguna yang sebelum penormalan operasional telah telanjur membeli tiket atau melakukan tap in, dapat melakukan pengembalian uang di loket stasiun.

Sebelum kejadian ini, pada Rabu (6/3), Presiden Joko Widodo menjajal KRL dari Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan, menuju Bogor di jam pulang kantor.

Jokowi ingin merasakan bagaimana suasana KRL di jam-jam sibuk.

"Ada yang menyampaika ke saya, Pak kalau mau nyoba KRL di jam sibuk. Jam 06.00 sampai 08.00 atau jam 16.00 sampai 18.00," terang Jokowi.

Aksi dadakan Capres Petahana ini kontan bikin kejutan penumpang KRL yang akrab disebut commuters.

Mereka pun memanfaatkan kesempatan ini untuk berswafoto. Dan, Jokowi oke-oke saja. Kala itu, dirinya dikawal Komandan Paspampres, Mayjen Maruli Simanjuntak.

Mudah-mudahan ini bukan pertanda buruk. Hari Rabu presiden menikmati KRL, Minggunya KRL mengalami kecelakaan. Untungnya, hari tidak pernah tertukar.(dod)

Komentar Pembaca