Soal Siti Aisyah, BPN: Pemerintah Terbiasa Berbohong

Hukum  KAMIS, 14 MARET 2019 , 08:56:00 WIB

Soal Siti Aisyah, BPN: Pemerintah Terbiasa Berbohong

Siti Aisyah/Net

RMOLJakarta.Bebasnya Siti Aisyah dari jeratan hukum di Malaysia rupanya menjadi polemik politik di dalam negeri. Pasalnya, banyak kalangan menilai pemerintah berlebihan dalam melakukan selebrasi dan seolah mengklaim bahwa bebasnya Aisyah berkat dari lobi Indonesia terhadap Malaysia.

Salah satunya datang dari Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Dahnil menilai, klaim pemerintah yang menyebut pembebasan Aisyah hasil lobi adalah kebohongan luar biasa yang membuat martabat bangsa bisa jatuh di mata dunia.

"Ketika berbohong adalah kebiasaan, maka pembebasan WNI pun dklaim sebagai hasil kerja politiknya, dan yang memalukan lantas dibantah oleh Perdana Menteri Malaysia," tulis Dahnil dalam akun twitternya, Rabu (3/13).

Menurutnya, langkah pemerintah dalam mengklaim pembebasan Aisyah mencederai martabat dan wibawa bangsa.

Selain Dahnil, kritikan juga datang dari Dosen Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Teguh Santosa.

Teguh menuturkan, selebrasi yang berlebihan itu bisa memberi kesan bahwa sistem hukum Malaysia bisa diintervensi oleh lobi-lobi politik.

"Kalau menurut saya, yang jadi masalah bukan apakah ada pembicaraan atau tidak. Dalam praktik hubungan antara dua negara bersahabat, pembicaraan adalah hal yang biasa," ujar Teguh.

Masalahnya, sambung Teguh, selebrasi yang dipertontonkan pihak Indonesia terkesan sangat over, dan bisa memberi kesan bahwa sistem hukum dan peradilan Malaysia lemah sehingga bisa diintervensi.

"Selebrasi yang over ini seolah-olah Indonesia menang perang," jelasnya.

Siti Aisyah diketahui bebas awal pekan ini setelah jaksa penuntut Malaysia mencabut dakwaan terhadapnya dalam langkah mengejutkan di pengadilan. 

Ia ditahan dan diadili lantaran diduga terlibat dalam kasus pembunuhan seorang warga negara Korea Utara yang diduga kakak tiri dari Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un, yakni Kim Jong Nam.(dod/RMOL)

Komentar Pembaca
Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

SENIN, 07 MEI 2018 , 19:00:00

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

SENIN, 07 MEI 2018 , 17:00:00

Rumah Nyaman Nelayan Senang

Rumah Nyaman Nelayan Senang

SENIN, 07 MEI 2018 , 15:00:00

Zohri Disopiri Jokowi

Zohri Disopiri Jokowi

KAMIS, 19 JULI 2018 , 00:13:00

Terburuk Dalam Sejarah

Terburuk Dalam Sejarah

JUM'AT, 03 AGUSTUS 2018 , 09:28:00

Hasil Tes Kesehatan Capres-Cawapres

Hasil Tes Kesehatan Capres-Cawapres

RABU, 15 AGUSTUS 2018 , 09:46:00