Ada Aroma Inspektorat Lindungi 11 Pejabat Dinkes Plesiran ke Vietnam

Jakarta  MINGGU, 17 MARET 2019 , 16:38:00 WIB

Ada Aroma Inspektorat Lindungi 11 Pejabat Dinkes Plesiran ke Vietnam

Dinas Kesehatan DKI Jakarta/Net

Polemik kasus plesiran 11 pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta ke Vietnam makin memanas. Apalagi belakangan Inspektorat DKI diduga "melindungi" keberangkatan mereka.

Kasus plesiran belasan pejabat Dinkes tersebut awalnya dimunculkan Sekretaris Nasional Relawan Kesehatan Indonesia, Ervan Purwanto. 

Namun tiba-tiba hal itu dibantah Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta Ramli Hi Muhammad yang menyebutkan belasan pejabat itu berangkat ke Vietnam untuk studi banding soal penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Atas kontroversi tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menginstruksikan Inspektorat mengusut masalah plesiran tersebut dengan memeriksa 11 pejabat Dinkes.

Namun alih-alih menegakan disiplin dan etika pejabat, Inspektorat justru diduga melakukan perlindungan terhadap 11 pejabat Dinkes.

"Saya mendapat informasi, malah Inspektorat DKI turut bermain dalam kasus plesiran pejabat Dinkes ke Vietnam. Ada yang bilang bahwa Inspektorat meminta Wakadis Dinkes bisa lebih solid dan kompak untuk menutupi satu sama lain," kata Pengamat Kebijakan Publik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah di Jakarta, Minggu (17/3). 

Masih menurut Amir Hamzah, Anies harus berpegang pada azas penyelenggaraan pemerintah daerah. Seperti asas akuntabilitas, transparansi dan taat hukum.

Sehingga, ketika ada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menyimpang dari azas itu, gubernur bisa langsung memeriksanya.

Diakuinya, permasalahan yang ada di tubuh Dinkes DKI muncul karena ada penempatan pejabat yang diduga tersandung kasus hukum.

Sementara itu, Ervan Purwanto mengatakan, bahwa pejabat Dinkes seperti pejabat kedutaan yang memiliki kekebalan hukum. Banyak kasus kasus dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang dan jabatan yang berakhir damai.

Menurut Ervan, hal itu disebabkan karena jaringan mereka sudah berurat dan berakar sehingga sulit dibongkar karena terkait juga dengan jaringan mereka di institusi penegakan hukum.

"Jadi tidak aneh jika Inspektorat terkesan malah melindungi 11 pejabat Dinkes yang plesiran ke Vietnam. Karena patut diduga Inspektorat adalah bagian dari jejaring mafia di Dinkes," ujar Ervan.

Masih menurut Ervan, informasi yang diperolehnya menyebutkan, Inspektorat  hanyalah formalitas memeriksa 11 pejabat Dinkes yang plesiran itu. Artinya cuma sebatas melaksanakan instruksi Gubernur saja.

"Ada dugaan Inspektorat kemarin masuk angin bisa saja, karena 11 pejabat ini bagian dari kekuasaan masa lalu yang banyak terdapat dugaan kasus korupsi, sehingga mereka paham bagaimana memperlakukan Inspektorat," tegas  Ervan.

Ervan menambahkan, jika hal ini terus dibiarkan,;maka harapan warga akan adanya penegakan hukum dan keadilan di DKI Jakarta akan sulit terwujud. Terlebih jika melihat reaksi Anies sebagai gubernur seperti ada tendensi Anies terjebak dalam permainan jaringan birokrat korup di Pemprov DKI.

"Mungkin harapan satu- satunya Presiden baru besok akan mampu membongkar jaringan birokrat korup di Dinkes  yang selama ini seperti kebal hukum," pungkas Ervan.(dod)

Komentar Pembaca