KH Said Aqil Siraj Dipolisikan Gara-gara Serang 02, Ini Respon PBNU

Hukum  RABU, 20 MARET 2019 , 17:11:00 WIB

KH Said Aqil Siraj Dipolisikan Gara-gara Serang 02, Ini Respon PBNU

KH Said Aqil Siraj/Ist

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merespon laporan Aliansi Anak Bangsa (AAB) dan Koordinator Bela Islam (Korlabi) ke Bareskrim Mabes Polri yang mengadukan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dengan tuduhan penghinaan dan ujaran kebencian. Said Aqil menyebut di kubu 02 ada kelompok teroris, radikal, dan ekstrimis.

Ketua PBNU Bidang Hukum, HAM, dan Perundang-Undangan, Robikin Emhas mengatakan, aparat kepolisian sudah kredibel dan profesional menerima laporan AAB dan Korlabi.

"Oleh karena laporannya disampaikan kepada kepolisian, mari kita percayakan kepada Kepolisian RI. Apakah terdapat dua alat bukti yang sah agar laporan tersebut dapat ditindaklanjuti atau tidak, kita lihat nanti," kata Robikin melalui pesan singkat, Rabu (20/3).

Soal materi laporan, Robikin mengungkapkan, berbagai hasil survei sudah melansir radikalisme yang ditandai sikap intoleran.

Bahkan, kata Robikin, gamblang diketahui publik adanya kampanye khilafah yang cukup marak sebelum badan hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dicabut.

"Kampanye khilafah itu bahkan masih dijumpai dalam tahun politik sekarang ini, di media sosial," ujar Robikin.

Ia menegaskan, segenap komponen bangsa wajib untuk menjaga keutuhan NKRI, baik keutuhan teroterial, sumber daya alam, maupun budayanya.

Menurut Robikin, khilafah yang hendak menghapus sekat-sekat bangsa dan negara adalah ancaman nyata terhadap keutuhan NKRI.


"Untuk kepentingan hal itu, kami semua, baik selaku warga maupun pengurus NU, akan senantiasa berdiri di belakang Kiai Said Aqil," imbuh Robikin.

Seperti diberitakan, dinilai telah melakukan ujaran kebencian dan fitnah, Ketua UmumPBNU) KH Said Aqil Siraj dilaporkan ke Mabes Polri.

Said Aqil dilaporkan Aliansi Anak Bangsa dan Koordinator Bela Islam (Korlabi) pada Senin (18/3) kemarin. Pelapor atas nama Hari Damai Lubis.

Sekjen Korlabi, Habib Novel Bamuknin mengatakan, dalam tayangan program acara televisi yang dipandu Najwa Shihab, pihaknya menemukan unsur delik dengan modus adu domba lewat pernyataan Said Aqil.

"Ujaran kebencian itu dapat menimbulkan suasana gaduh antara kelompok atau golongan antara anak bangsa, terlebih menjelang Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019," kata Novel melalui keterangan tertulisnya, Selasa (19/3).

"Dalam tayangan tersebut, Said Aqil Siraj menyerang pasangan capres-cawapres 02. Dia menyebut kelompok 02 ada radikalis ekstrimis dan teroris," imbuhnya.

Novel menilai, pernyataan Said Aqil mengandung isu yang kental dengan dugaan fitnah (KUHP), juncto ujaran kebencian (UU ITE) yang ditujukan kepada suatu golongan atau kelompok tertentu dalam hal ini pasangan Prabowo-Sandi.

"Agar menimbulkan efek jera bagi pelakunya, kami minta aparat Kepolisian RI segera menindak lanjuti laporan temuan pelanggaran tindak pidana atau delik yang dilakukan Said Aqil," pungkas Novel.(dod)

Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN