Batalkan Rencana Bus Transjakarta Listrik Bikinan China Mengaspal di Ibukota

Jakarta  SABTU, 23 MARET 2019 , 19:01:00 WIB

Batalkan Rencana Bus Transjakarta Listrik Bikinan China Mengaspal di Ibukota

Bus Transjakarta listrik/Han

Rencana PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengoperasikan bus listrik asal China dipersoalkan sejumlah kalangan. Pasalnya, armada asal Negeri Tirai Bambu itu dinilai berkualitas buruk serta mudah terbakar.

"Walaupun bus listrik itu menggunakan operator, tetap saja bus-bus listrik itu mengangkut penumpang. Nyawa penumpang harus diutamakan," kata Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad ketika dihubungi, Sabtu (23/3).

Karena itulah Syaiful mendesak PT Transjakarta membatalkan rencana kerjasama dengan pihak ketiga untuk mengoperasikan bus listrik bikinan China.

"Bus berkualitas jelek kok mau dipakai buat angkut penumpang. Ini berpotensi membahayakan keselamatan penumpang," tegas Syaiful.

Diketahui, dua bulan ke depan PT Transjakart akan punya bus listrik yang beroperasi di rute Transjakarta. Bus listrik yang akan diujicoba yakni MAB dan BYD. MAB (Mobil Anak Bangsa) produk lokal, sedangkan BYD merek asal China.

Nantinya, bus-bus tersebut tidak akan langsung dibeli oleh Transjakarta. Transjakarta akan pakai sistem sewa per kilometer dari operator-operator bus yang memiliki bus-bus listrik tersebut

"Jadi perlu dipahami, bukan berarti Transjakarta membeli armada (bus listrik). Armada bus akan dioperasikan mitra operator," kata Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Agung Wicaksono.

Dijelaskan Presiden Direktur PT Bakrie Autoparts, Dino A. Ryandi, distributor BYD di Indonesia, bus listrik BYD akan diujicoba terlebih dahulu selama 6 bulan.

"Jadi kami tetap ikuti proses. Kami ikut adakan penawaran, ikuti verifikasi teknis dan jadi salah satu contender. Tahapan berikutnya, trial selama 6 bulan. Jika sudah selesai, mereka lihat hasilnya. Kalau memang Transjakarta menilai layak, baru mereka akan open order," kata Dino.

Agung menambahkan, operator bus listrik akan menjadi mitra Transjakarta yang memiliki bus dan sekaligus mengelolanya perawatannya. "Transjakarta dalam ujicoba akan membayar biaya operasional, sehingga kita bisa ketahui berapa sesungguhnya biaya operasional yang diperkirakan akan rendah," kata Agung.

Sebagai informasi, BYD K9 memiliki spesifikasi bobot 18.000 kg, dengan panjang, lebar, tinggi 12.000 mm, 2.550 mm, dan 3.200 mm. Bus listrik ini bisa mengangkut sekitar 50 penumpang, 32 duduk dan 18 penumpang berdiri.

BYD K9 memiliki daya mencapai 60 kW, dengan proses pengisian baterai sekitar 4 jam. Dalam sekali pengisian baterai, bus ini bisa menempuh jarak sejauh 250 km dengan kecepatan maksimal 70 km/jam.

Sementara untuk bus listrik MAB punya spesifikasi panjang x lebar x tinggi, 12.000 mm x 2.500 mm × 3.270 mm.

Merek bus listrik yang dimiliki oleh mantan Panglima TNI, Moeldoko, ini diklaim bisa mengangkut sekitar 60 orang. Untuk kecepatan maksimalnya bisa mencapai 70 km/jam, dan untuk pengisian baterai memerlukan waktu 3 jam. Dalam sekali pengisian baterai, bus berwarna biru ini bisa mencapai 300 km. (dod)

Komentar Pembaca
Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 23:19:03

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 14:31:46

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 21:08:45