Ketua KEIN: Ketertarikan Generasi Milenial Berwirausaha Masih Minim

Ekonomi  SABTU, 23 MARET 2019 , 19:53:00 WIB

Ketua KEIN: Ketertarikan Generasi Milenial Berwirausaha Masih Minim

Simposium Ekonomi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah/Zul

RMOLJakarta. Generasi milenial yang serius berwirausaha saat ini masih sangat minim. Kalaupun ada, mereka masih kurang memperhatikan profesionalisme dalam bekerja.

Hal ini diungkapkan Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Sutrisno Bachir saat jadi pembicara kunci dalam simposium ekonomi digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Gedung PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/3).

"Generasi milenial kita orientasinya masih jadi pekerja. Mereka juga kurang profesional dalam menekuni profesinya. Saya ingin, generasi muda harus disiplin dan kita akui saat ini masih kurang banyak yang berminat jadi wirausaha,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, generasi muda juga dituntut untuk menguasai teknologi. Saat ini Indonesia ketinggalan jauh dibanding negara lain.

Jangankan membandingkan dengan Eropa, dengan Vietnam saja yang merupakan negara ASEAN, teknologi yang ada di Indonesia masih kalah.

"Bangsa ini tidak akan mengalami lompatan kemajuan dalam industri tanpa ditopang generasi muda yang bekualitas. Apa lagi saat ini kita masih jadi bangsa yang banyak di suplai barang-barang kebutuhan industrinya dari luar negeri. Coba cek di mana-mana adanya ‘Made In China’,” katanya.

Soetrisno juga mengingatkan agar generasi muda mengerti perkembangan yang terjadi di dunia luar. Karena setiap saat terjadi begitu cepat perubahan dan persaingan, dan itu membutuhkan komunikasi verbal yang baik, keterampilan yang cekatan.

"Untuk itu perlunya menguasai bahasa mereka, menciptakan produk yang tak kalah bersaing dari luar negeri," papar dia.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Najih Prasetyo mengatakan, kegiatan simposium ini sengaja memilih tema ekonomi karena saat ini sangat penting khususnya bagi generasi muda.

"Kaum muda harus mengerti ekonomi. Tidak hanya politik. Banyak persoalan-persoalan ekonomi yang belum di mengerti kaum muda. Maka kami buka simposium ini untuk membuka cakrawala berpikir generasi muda mengenai ekonomi, bagaimana persaingan dengan bangsa lain dan posisi Indonesia sebenarnya seperti apa dalam percaturan ekonomi global,” katanya.

Najih berharap pemerintah mampu menyeimbangkan neraca perekonomiannya, menyeimbangkan ekonomi makro dan mikro, sehingga infastruktur yang sedang giat-giatnya di genjot pemerintah dapat bersinergi dengan sektor industri lainnya.

"Bagaimana membangun sistem perekonomian yang baik bagi Indonesia. Itu harapan kami,” katanya.(dod/zul)

Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Cegah Banjir, 41 Drainase Vertikal Dibangun di Jaktim
PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00