Era Husein Murad, Pariwisata Kepulauan Seribu Makin Menggeliat

Kepulauan Seribu  KAMIS, 28 MARET 2019 , 11:10:00 WIB

Era Husein Murad, Pariwisata Kepulauan Seribu Makin Menggeliat

Spot swafoto Mahligai Cinta/RMOL

Aktivitas pariwisata di Kabupaten, Kepulauan Seribu, Jakarta, menggeliat dalam satu tahun terakhir. Hampir setiap pekan, Kepulauan Seribu ini ramai dikunjungi wisatawan. Masyarakat lokal pun merasakan manfaat ekonominya.

Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad mengatakan, sejak dipercaya memimpin Kabupaten Kepulauan Seribu pada 5 Juli 2018, pihaknya langsung mengerahkan seluruh potensi untuk mengembangkan wisata bahari.

Diantaranya membangun sejumlah spot swafoto baru yang tersebar di sejumlah pulau. Misalnya di Pulau Kelapa ada Perahu Khole, Pulau Tidung ada Mahligai Cinta dan Gembok Cinta serta Pulau Harapan ada Taman Menunggu Dirimu.

"Jadi, selain menawarkan banyak tempat yang bagus, snorkeling dan jalan-jalan keliling pulau, pengunjung juga bisa berswafoto di lokasi-lokasi yang disediakan Pemkab Kepulauan Seribu," kata Husein, Rabu (27/3).

Wisatawan yang ingin datang ke Kepulauan Seribu biasanya berangkat dari Pelabuhan Muara Angke dengan menaiki kapal motor kayu bertarif Rp 50.000 per orang. Jika ingin menaiki kapal cepat, wisatawan bisa melalui Pantai Marina Ancol dengan tarif Rp 270.000 per penumpang.

Pada umumnya, mereka yang berkunjung ke Kepulauan Seribu mengikuti paket wisata murah yang meliputi biaya penginapan, konsumsi, wisata snorkeling, telusur pulau-pulau sekitar, dan transportasi pergi-pulang Muara Angke-Kepulauan Seribu.

Tak heran, jika kebanyakan wisatawan adalah anak-anak muda dan kalangan backpacker.

Untuk wisata snorkeling, wisatawan bisa datang Pulau Kayu Angin Genteng, Pulau Macan, Pulau Perak, dan Pulau Putri.

Jembatan Cinta

Sedangkan lokasi wisata paling terkenal di Kepulauan Seribu adalah Jembatan Cinta yang terletak di Pulau Tidung.

Ini merupakan nama sebuah jembatan yang menghubungkan antara Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil, tingginya sekitar 5-6 meter. Dinamakan Jembatan Cinta karena konon dulu ada dua sejoli yang menemukan cinta mereka di jembatan ini.

Pada siang hari, Jembatan Cinta ramai dimanfaatkan wisatawan untuk berfoto-foto karena pemandangan yang disuguhkan dari atas jembatan sangatlah menakjubkan, hamparan laut luas dengan airnya yang bening hijau kebiru-biruan.

Tidak sampai di situ, pada malam hari selain bisa menikmati malam berbintang, di sekitaran Jembatan Cinta ini juga kerap kali ditemukan warga yang sedang memancing sotong.

Pesona lainnya dari Jembatan Cinta pada malam hari adalah melihat sorotan lampu yang menembus beningnya air laut. Keindahan karang di dasar dan beningnya air laut membuat hasrat untuk berenang pun biasanya akan muncul, walaupun malam hari.(dod)

Komentar Pembaca
Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 , 00:45:19