Kasus Bowo Sidik Pangarso Sinyal Bagi Penyelenggara Pemilu

Hukum  JUM'AT, 29 MARET 2019 , 22:29:00 WIB

Kasus Bowo Sidik Pangarso Sinyal Bagi Penyelenggara Pemilu

Aktivis KPK Jawa Tengah/Ist

RMOLJakarta. Penemuan amplop berisi uang miliaran rupiah berbentuk pecahan Rp 50.000 dan Rp 20.000 dalam kardus saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bowo Sidik Pangarso (BSP), calon legislatif inkumben dari Partai Golkar Jawa Tengah mengejutkan banyak pihak. Tidak terkecuali bagi kader Kawal Pemilu Kita (KPK) Jawa Tengah.

Ketua Presidium KPK Provinsi Jawa Tengah, Syaifudin Anwar mengatakan, hal itu merupakan kejahatan politik. Pasalnya, uang tersebut diketahui akan digunakan sebagai 'serangan fajar' atau uang sogokan yang akan dibagikan kepada masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Jawa Tengah.

Dikatakan Syaifudin, hal itu melanggar Pasal 515 serta Pasal 280 dan 284 Undang-Undang Pemilu Tahun 2017 terkait politik uang. Dimana, setiap orang yang dengan sengaja pada waktu pemungutan suara menjanjikan atau memberi uang kepada pemilih dapat dipidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp 36 juta.

"Kasus uang amplop Bowo Sidik Pangarso ini, bila benar nantinya akan digunakan sebagai serangan fajar, maka ini menjadi sinyal serius bagi para penyelenggara pemilu di Jawa Tengah. Tapi yang paling disesalkan lagi adalah saudara ini termasuk dalam Ketua Bidang Pemenangan pasangan Capres-Cawapres 01," ujar Syaifudin, dalam siaran tertulis, Jumat (29/3).

Pihaknya, kata Syaifudin, mengimbau kepada masyarakat Jawa Tengah untuk atidak memilih calon anggota legislatif (Caleg), capres/cawapres ataupun partai politik yang melakukan politik uang atau money politic.

Selain itu, lanjut Syaifudin, pihaknya mendorong Lembaga Penyelenggara Pemilu khususnya Bawaslu Provinsi Jawa Tengah lebih mengoptimalkan pengawasan, penindakan dan upaya hukum lainnya agar terselenggaranya pemilu bisa berjalan bersih, jujur dan adil.

"Setop politik uang! penggunaan politik uang adalah bentuk ketidakpatuhan dan menghargai NKRI," pungkasnya.(dod)

Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Cegah Banjir, 41 Drainase Vertikal Dibangun di Jaktim
PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00