Habiburokhman Imbau Bos Charta Politika Batalkan Taruhan Pindah ke Negara Komunis

Politik  SENIN, 08 APRIL 2019 , 15:05:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Habiburokhman Imbau Bos Charta Politika Batalkan Taruhan Pindah ke Negara Komunis

Habiburokhman/Dod

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Habiburokhman meminta bos lembaga survei Charta Politika, Yunarto Wijaya membatalkan taruhannya akan pindah ke negara komunis apabila Capres petahana, Joko Widodo alias Jokowi kalah dalam pencoblosan Pilpres 2019.
"Saudaraku Yunarto Wijaya harus berpikir ulang pindah negara kalau Jokowi kalah," kata Habiburokhman di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/4).
Habiburokhman menyakinkan Yunarto bahwa apabila Prabowo-Sandi memimpin Indonesia, dia tak akan mengalami kriminalisasi maupun persekusi.
"Semua pihak, baik kubu Prabowo-Sandi atau Jokowi-Ma'ruf akan kami rangkul menuju Indonesia adil makmur," ujar Habiburokhman.
Diketahui, Yunarto Wijaya meladeni tantangan pendukung Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto di Twitter.
Jika Prabowo berhasil memenangkan Pilpres 2019 yang otomatis membantah hasil survei Charta Politika, maka Yunarto siap angkat kaki dari Indonesia untuk tinggal di negara komunis.
Hal itu bermula ketika Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengunggah foto yang diklaimnya sebagai kampanye terbuka paslon nomor urut 01 dan 02 di akun Twitter miliknya.
Fahri menambahkan tulisan keterangan foto itu sebagai berikut:
"Bagaimana petahana bisa menang? Di kampanye 01, money politics dari atas panggung. Di kampanye 02, rakyat menyumbang kepada calon. Gerakan massa menyumbang @prabowosan @sandiuno menunjukkan arus balik dari bawah....#sudahtamatbos.”
Dalam kolom komentar unggahan Fahri Hamzah tersebut, terdapat tulisan akun @edimaha233. Akun itu membubuhkan komentar sembari menautkannya ke alamat akun Yunarto Wijaya.
"Tenang bang.. di survei @yunartowijaya bang Jae masih unggul 18%.. tapi saya ajak taruhan mingkem dia," tulisnya.
Ternyata tulisan akun itu ditanggapi oleh akun Yunarto. Dalam unggahannya, Yunarto menegaskan siap menerima tantangan akun @edimaha233.
"Yuk saya terima taruhannya... sebutin berapa, saya ikut... saya tunggu...," kata Yunarto.
Tulisan balasan Yunarto itu lantas diladeni oleh akun lain bernama @TaufanHikmat. Ia mengatakan, yang dipertaruhkan bukan uang, tapi sanggup atau tidak Yunarto pindah ke negara lain kalau hasil surveinya salah.
"Yuk sama saya? Berani tarohan? Berani ga kalau jae kalah ente pindah ke negara komunis?"tantang akun itu.
Yunarto menyanggupinya sembari menantang balik, bahwa kalau Prabowo kalah, maka pemilik akun @TaufanHikmat harus angkat kaki dari Indonesia.
"Ok saya terima, berlaku buat anda juga ya?" tulis Yunarto Wijaya.
Akun itu lantas membalas, "Catat ya, pokoknya jae kalah ente pindah ke negeri komunis mau china atau korut.”
Membalas cuitan itu, Yunarto lantas menegaskan kembali,"Berlaku buat anda juga ya? serius kita jadikan ini bukti... saya serius...."
Akun @TaufanHikmat lantas mengiyakan, Ok tak deal ya China atau Korut ya.”
"Sip... Screenshot sudah..." balas Yunarto.
Tapi kekinian, ketika Suara.com memeriksa kembali Twitter, unggahan tantangan @TaufanHikmat telah dihapus oleh si pemilik.[dod]

Komentar Pembaca