Datangi Komnas HAM, FKMTI Laporkan Kasus Perampasan Tanah

Hukum  SELASA, 09 APRIL 2019 , 16:10:00 WIB

Datangi Komnas HAM, FKMTI Laporkan Kasus Perampasan Tanah

FKMTI Datangi Komnas HAM/Ist

Sejumlah korban perampasan tanah yang tergabung dalam Forum Korban Perampasan Tanah Indonesia (FKMTI), mendatangi kantor Komnas HAM di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/4). Kedatangan mereka guna mendesak Komnas HAM menyelidiki kasus perampasan tanah rakyat.

Sekjen FKMTI, Agus Muldya, menyatakan, karena hak untuk memiliki tanah termasuk Hak Asasi Manusia yang dilindungi undang-undang.

Menurut Agus, selain banyak terjadi di era Orde Baru, kasus perampasan tanah juga terjadi pasca Orde Baru.

Padahal, pemerintahan Jokowi tengah melaksanakan program sertifikasi untuk melindungi kepemilikan tanah rakyat.

"Jadi, sangat ironi jika pemerintah mengabaikan dan membiarkan rakyat yang dirampas tanahnya berjuang sendiri bertahun-tahun melawan mafia perampas tanah," kata Agus.

Ia kemudian mencontohkan beberapa kasus tanah yang mengalami perampasan. Salah satunya, perampasan tanah Ibu Any yang sudah disertifikasi namun dirampas dengan HGB. Ada juga Ibu Hasina yang tanahnya dirampas meski sudah disertifikasi hak milik.

"Bagaimana mungkin kalau sudah ada HGB sebelumnya, kantor BPN bisa keluarkan SHM, apalagi SHM asli tanahnya di Bintaro," ujar Agus.

Kasus yang sama juga dialami Engkong Sukra, yang awalnya tanahnya seluas 2,7 hektare di Bekasi dikuasai oleh sebuah perusahaan.

Setelah protes ke sejumlah pihak terkait, akhirnya BPN bersedia mengukurnya, tetapi dilarang oleh petugas keamanan perusahaan tersebut.

"Ini bagaimana petugas negara bisa dikalahkan petugas keamanan konglomerat,” tegas Agus.

Agus menilai, sudah selayaknya Komnas HAM melakukan investigasi sampai mampu mengungkap pelanggaran HAM ini secara jelas.

"Komnas HAM ini sudah hampir 20 tahun umurnya sehingga sudah sewajarnya punya kepekaan terhadap penderitaan masyarakat. Komnas HAM juga jangan mudah percaya ketika melihat kekuatan hukum tetap yg dimiliki perusahaan besar dalam soal perampasan tanah ini," pungkas Agus.[dod]

Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN