Iwan Fals Ikut Soroti Menteri Jokowi Sumber Amplop Rp8 Miliar

Hukum  KAMIS, 11 APRIL 2019 , 13:31:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Iwan Fals Ikut Soroti Menteri Jokowi Sumber Amplop Rp8 Miliar

Kabinet Kerja Jokowi/Net

RMOLJakarta.Panggung politik Tanah Air kembali geger, menyusul pengakuan tersangka dugaan yang juga Anggota DPR Bowo Sidik Pangarso. Ia menyebut bahwa salah satu menteri di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo menjadi sumber dari 400 ribu amplop yang akan digunakan untuk serangan fajar.

Hal itu disampaikan Bowo melalui pengacaranya Saut Edward Rajagukguk.

Soal ini sontak menjadi sorotan publik. Tak terkecuali musisi legendaris Iwan Fals.

Melalui cuitan di akun Twitter @iwanfals, pencipta lagu 'Wakil Rakyat' ini ikut mempertanyakan identitas sang menteri anak buah Jokowi.

"Nah ni apalagi, mentri apa, siapa namanya, dimana rumahnya...dstnya...," tulis Iwan Fals, Kamis (11/4).

Total uang dalam 400 ribu amplop tersebut setidaknya berjumlah Rp8 miliar. Uang sebanyak itu terdiri dari pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu yang dimasukkan ke dalam masing-masing amplop.

"Yang memenuhi Rp8 miliar yang ada di amplop sudah. Dari salah satu menteri di kabinet ini," kata Saut saat mendampingi Bowo menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (10/4).

Namun Saut tak menjelaskan identitas atau nama menteri era Jokowi yang dia maksud sebagai sumber uang dalam 400 amplop untuk serangan fajar itu.

Meski demikian, Saut juga menyebut, tak cuma menteri, seorang direktur BUMN juga turut menjadi sumber lain dari uang Rp8 miliar itu. Namun, lagi-lagi Saut tak membeberkan direktur BUMN yang dia maksud.

Terlepas dari itu semua, Saut mengatakan kliennya akan kooperatif dengan KPK untuk mengungkap tuntas kasus dugaan suap kerja sama pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss Transportasi Kimia. Sebab kasus ini melibatkan menteri dan direktur BUMN yang menjadi penyumpang buat Bowo melakukan serangan fajar.

"Harus kooperatif. Ada Menteri, ada direktur BUMN," kata Saut.

Dalam kasus ini, Bowo bersama Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti dan karyawan PT Inersia, Indung ditetapkan sebagai tersangka suap kerja sama distribusi pupuk PT PILOG dengan PT HTK.

Bowo diduga meminta fee kepada PT HTK atas biaya angkut yang diterima sejumlah US$2 per metric ton. Diduga telah terjadi enam kali penerimaan di sejumlah tempat sebesar Rp221 juta dan US$85.130.

Uang sekitar Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu itu telah dimasukkan dalam amplop-amplop. Uang tersebut diduga bakal digunakan Bowo untuk 'serangan fajar' Pemilu 2019.[dod]

Komentar Pembaca
Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

Ketua DPR: Pro Jokowi Juga Harus Ditindak!

SENIN, 07 MEI 2018 , 19:00:00

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

PKS: Pemikiran Ekonomi Rizal Ramli Brilian

SENIN, 07 MEI 2018 , 17:00:00

Rumah Nyaman Nelayan Senang

Rumah Nyaman Nelayan Senang

SENIN, 07 MEI 2018 , 15:00:00

Zohri Disopiri Jokowi

Zohri Disopiri Jokowi

KAMIS, 19 JULI 2018 , 00:13:00

Terburuk Dalam Sejarah

Terburuk Dalam Sejarah

JUM'AT, 03 AGUSTUS 2018 , 09:28:00

Hasil Tes Kesehatan Capres-Cawapres

Hasil Tes Kesehatan Capres-Cawapres

RABU, 15 AGUSTUS 2018 , 09:46:00