Masyarakat dan Peserta Pemilu Diingatkan Tak Rusak Prestasi Indonesia

Polhukam  SELASA, 16 APRIL 2019 , 22:52:00 WIB

Masyarakat dan Peserta Pemilu Diingatkan Tak Rusak Prestasi Indonesia

Seminar dan Dialog Kebangsaan/Ist

Organisasi Massa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Muhammadiyah bersinergi dalam satu Seminar dan Dialog Kebangsaan, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Selasa (16/4).

Dalam dialog dengan tema "Memperteguh Semangat Kebangsaan dalam Bingkai NKRI", hadir Ketua Umum PBNU Said Aqil Sirodj dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Muti dan Cendikiawan Muslim, Komaruddin Hidayat.

"Kita harus optimis pemilu berjalan dengan baik. Rakyat semakin dewasa. Rakyat tidak terlalu bisa dipengaruhi fulus dan harta benda," kata Abdul Mu'ti.

Sementara, Said Aqil mengatakan, Indonesia adalah negara damai yang berideologi Pancasila dan sudah final.

"Indonesia bukan dari Islam, bukan dari kafir, tapi negara yang damai. Lebih tegas lagi, empat pilar sudah final, negara kebangsaan dengan negara Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945," tegasnya.

Sementara itu, Komarudin Hidayat meminta peserta pemilu dan masyarakat tidak merusak prestasi Indonesia pada pelaksanan pemilu kali ini.

"Kita sudah mengalami berbagai turbulensi nasional sejak tahun 1965 dan kita beberapa kali sudah mengadakan pemilu dengan lancar. Prestasi ini jangan kita rusak," ujar Komaruddin.

"Mari kita bangun rumah kita. Jangan mau disusupi kekuatan mana pun, terutama yang antidemokrasi, anti-Pancasila, dan anti-Indonesia maju," pungkas Komaruddin.[dod]

Komentar Pembaca