Klinik Bantuan BAZNAS untuk Pengungsi Palestina Dioperasikan

Dunia  SENIN, 22 APRIL 2019 , 17:29:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Klinik Bantuan BAZNAS untuk Pengungsi Palestina Dioperasikan

Peresmian klinik bantuan Baznas/Ist

Presiden Jordan Medical Aid For Palestinians (MAP), Prince El Hassan Bin Talal, meresmikan klinik bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk pengungsi Palestina di Yordania.

Klinik mata dan klinik telinga hidung dan tenggorokan (THT) ini merupakan salah satu bantuan dari masyarakat Indonesia yang diamanahkan melalui BAZNAS. Alhamdulillah bantuan kita diresmikan langsung oleh Prince Hassan,” kata anggota BAZNAS, Irsyadul Halim, dalam keterangan tertulis usai peresmian di Al Talbiyeh Camp, Distrik Jizah, Yordania, Minggu (21/4).

Turut hadir Duta Besar RI untuk Yordania dan Negara Palestina, Andy Rachmianto serta sejumlah pejabat Kerajaan Hasyimiyah Yordania dan Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO). Sementara, Irsyadul Halim didampingi Manajer Penghimpunan Digital BAZNAS, Hafiza Elfira Novitariani.

Menurut Irsyad, lebih dari dua juta warga Palestina menjadi pengungsi di Yordania. Mereka tersebar di beberapa titik lokasi yang dikelola Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang didedikasikan untuk memberikan perlindungan dan pelayanan bagi pengungsi Palestina.

Mereka tinggal dengan bantuan yang diberikan oleh lembaga-lembaga kemanusiaan. Yordania sebagai negara dengan jumlah pengungsi Palestina terbanyak, juga memiliki lembaga untuk memberikan bantuan bagi program-program sosial, khususnya untuk pengungsi Palestina. Institusi ini bernama Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO),” ujar Irsyadul Halim.

BAZNAS memberikan bantuan bagi pengungsi Palestina dalam bentuk penyaluran dana zakat sebesar 150.000 dolar AS melalui JHCO dan 150.000 dolar AS melalui UNRWA pada 2018.

Irsyad menjelaskan, lokasi bantuan BAZNAS berada di empat tempat pengungsian di Yordania yang dikerjasamakan dengan JHCO. Yaitu, Hettien Camp yang dibangun pada 1968, berlokasi di Provinsi Zarka dan ditinggali oleh 54.876 pengungsi.

Kemudian, lanjut Irsyad, Gaza Camp yang dibangun tahun 1968, terletak di Provinsi Jerash dan ditinggali 37.000 pengungsi. Para pengungsi di sini tergolong sangat miskin dibandingkan dengan pengungsi di kamp lainnya.

Selanjutnya, papar dia, Alwehdat Camp yang dibangun tahun 1955, berlokasi di Provinsi Amman dan ditinggali oleh 58.311 pengungsi, sehingga tempat ini dikenal sebagai kamp dengan jumlah pengungsi terbanyak di Yordania.[dod]

Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN