Polda Selidiki Jual Beli Mobil Mewah Ilegal

Hukum  KAMIS, 25 APRIL 2019 , 18:56:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Polda Selidiki Jual Beli Mobil Mewah Ilegal

Polda Metro Jaya/Net

Polda Metro Jaya tengah menyelidiki impor mobil mewah ilegal setelah mengamankan satu unit Lamborghini berwarna merah saat mengaspal di jalanan ibukota beberapa waktu lalu.

Sejumlah mobil mewah tersebut didatangkan ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, dengan modus izin pameran agar terhindar bea masuk yang mencapai 200 persen.

Manifest impor sementara itu mencatat ada 60 mobil mewah yang diimpor oleh PT Kreasi Lancar Orientasi Prima yang berdomisili di Cilandak Barat, Jakarta Selatan, sejak Februari hingga awal April 2019, dengan merek yang beragam, seperti Lamborghini, Mercedes Benz, Aston Martin, Porsche, Rolls Royce, Bentley, dan McLaren

Dengan menggunakan izin impor sementara, para importir bisa mendatangkan mobil-mobil mewah tersebut dengan membayar pajak jauh lebih murah ketimbang impor pembelian mobil mewah resmi yang nilai pajaknya mencapai 200 persen.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Tanjung Perak, Basuki Suryanto menduga pola-pola yang digunakan hanya merupakan modus pedagangan ilegal untuk menghindari pajak resmi dan harga yang murah di pasaran.

Nantinya ada dokumen asli tapi palsu, lalu mobil-mobil mewah itu dijual lebih murah dari harga pasar,” kata Basuki melalui keterangan tertulisnya, Kamis (25/4).

PT. Kreasi Lancar bisa mendapatkan fasilitas impor sementara karena tercatat sebagai salah satu perusahaan yang memiliki Angka Pengenal Importir (API).

Hanya pemilik API yang berhak mengimpor, termasuk impor sementara untuk beragam jenis barang seperti yang tercantum dalam peraturan UU No. 17 Tahun 2006 tentang Perubahan UU No. 10 tentang Kepabeanan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penyelidik sudah memeriksa sejumlah saksi dugaan penyelewengan izin impor mobil mewah PT Kreasi Lancar. Hasilnya, tidak ditemukan pelanggaran.

"Penyelidik sudah mencermati dokumennya dan semuanya dinyatakan lengkap,” kata Argo.

Sebanyak 60 unit mobil mewah masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak menggunakan fasilitas impor sementara untuk tujuan pameran.

Hal ini sudah diatur dalam UU kepabeanan dan peraturan menteri. pengimpor pun telah menunaikan kewajibannya, seperti menyetorkan jaminan ke kas negara. Pasal 8 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 178 tahun 2017 menyebutkan, uang jaminan itu sebesar total pajak bea masuk, pajak penjualan barang mewah, dan pajak penghasilan untuk barang mewah yang mencapai 10 persen.[dod]

Komentar Pembaca
Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 , 00:45:19