Trotoar Marak Dikuasai PKL, Anies Bisa Tiru Surabaya

Jakarta  SELASA, 07 MEI 2019 , 11:23:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Trotoar Marak Dikuasai PKL, Anies Bisa Tiru Surabaya

Anies Baswedan/Ist

Pemprov DKI Jakarta dinilai gagal menciptakan trotoar yang ramah, aman, dan nyaman bagi pejalan kaki. Pasalnya, berdasarkan data Koalisi Pejalan Kaki, sedikitnya 500 titik trotoar di ibukota dikuasai oleh pedagang.

Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus mengatakan, angka tersebut sesuai laporan yang masuk kepada pihaknya sejak 2018 hingga saat ini. Menurutnya, trotoar adalah fasilitas bagi pejalan kaki sehingga pedagang maupun pengendara kendaraan dilarang menyerobot.

"Kalau pengamatan dari laporan pihak aplikasi yang kami buat (aplikasi Koalisi Pejalan Kaki) itu ya ada sekitar 500 titik yang kami dapati atas aduan publik di atas trotoar. Jadi apakah itu (pedagang) musiman atau tidak tapi yang jelas itu sudah melanggar,” kata Alfred di Jakarta, Selasa (7/5).

Trotoar yang banyak dikuasai oleh pedagang, lanjut Alfred, adalah wilayah pinggiran Jakarta, seperti Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Jakarta Timur.

Sedangkan untuk Jakarta Pusat, trotoarnya sudah sesuai peruntukan karena mudah terpantau.

Alfred menyampaikan penyebab banyak trotoar yang dikuasai oleh pedagang karena Pemprov DKI gagal memberikan fasilitasi bagi pedagang kaki lima (PKL).

Kalau seperti itu ya ini yang selalu luput dari Pemprov DKI Jakarta yang memang tidak bisa menyediakan fasilitas bagi para PKL. Nah itu yang saya bilang gagalnya Pemprov DKI yang tidak menyiapkan lahan bagi PKL,” ujar Alfred.

Karena itulah, Alfred menyarankan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswesan bisa mencontoh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang telah menyediakan lahan untuk para pedagang.

Alfred menambahkan, Pemprov DKI bisa meminta semua gedung untuk menyediakan 3-5 persen lahan untuk pedagang dan diberi keringanan pajak. Konsep ini telah diterapkan di beberapa negara.[dod]

Komentar Pembaca
Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 , 12:31:48

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11