Karta: Pelaku Makar Harus Ditindak Sesuai Koridor Hukum

Polhukam  MINGGU, 12 MEI 2019 , 22:27:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Karta: Pelaku Makar Harus Ditindak Sesuai Koridor Hukum

Muara Karta/Ist

Setiap pelaku makar harus dijatuhi hukuman setimpal dengan perbuatannya. Sebab sebagai negara hukum tidak ada yang menginginkan adanya tindakan makar tersebut. Apalagi negara ini berlandaskan hukum dan kedudukan setiap warga negara sama saja di hadapan hukum.

Tidak ada yang kebal hukum. Untuk sekarang ini dimana rakyat sedang berpesta demokrasi, pelaku makar harus ditindak tegas sesuai koridor hukum. Jangan hanya segelintir orang (pelaku) makar, negara ini jadi kacau balau,” kata praktisi hukum senior, Muara Karta di Jakarta, Minggu (12/5).

Ketua Umum PPP AURI ini mengatakan, penegak hukum bisa menggunakan pasal makar dalam KUHP untuk menindak tersangka makar. DalamKUHP, pelaku makar dapat diancam hukuman pidana seumur hidup atau hukuman mati.

Lantaran ancamannya berat, maka Karta meminta aparat penegak hukum menyelidiki kasus dugaan makar dengan cermat dan teliti. Aparat penegak hukum harus bisa membedakan mana tindakan yang masih percobaan makar dan yang sudah makar.

"Nanti penyidik akan melakukan penyidikan, penuntutan, dan hakim yang akan memutuskan apakah ini percobaan atau sudah masuk dalam tindakan," ujar Karta.

Terkait makin menggilanya hoaks, Karta menilai hal itu mampu memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap integritas dan netralitas penyelenggara pemilu.

Selain itu, hoaks juga berpengaruh kepada masyarakat dan kelompok tertentu sehingga dapat memunculkan konflik. Tidak pula menutup kemungkinan bahwa hal serupa juga akan terjadi di provinsi dan kabupaten/kota dengan berita dan segmentasi berbeda.

Data kepolisian menunjukkan ada ribuan hoaks yang beredar di media sosial setiap hari. Beberapa pihak juga telah memprediksi bahwa hoaks akan terjadi semakin banyak lagi. Survei Polmark Indonesia menunjukkan bahwa hoaks menjadi ancaman cukup serius.

Karenanya Karta berharap pemerintah dapat memutus isu hoaks pada Pemilu 2019 agar jangan sampai berpotensi menimbulkan ujaran kebencian, khususnya hoaks di media sosial.

"Momentum Pemilu yang seharusnya dilewati dengan penuh kegembiraan oleh seluruh rakyat Indonesia dalam merayakan pesta demokrasi yang diselenggarakan selama lima tahun sekali harus tetap sebagai sarana untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, meskipun nyatanya semua yang terjadi tak sesuai dengan harapan,” papar Karta.

Pendapat Karta tersebut didukung mantan Hakim Agung Gayus Lumbuun. Dia menyebut bahwa sangkaan makar telah dijeratkan terhadap pengacara kondang Eggi Sudjana oleh penyidik Polda Metro Jaya pada Kamis (9/5) lalu.

"Makar tentu satu bentuk ancaman sehingga harus diantisipasi oleh penegak hukum. Tapi pemeriksaan terkait makar harus dilakukan. Kalau itu suatu percobaan saja tentu beda dengan melakukan. Tapi kalau percobaan terhenti karena tindakan penegak hukum oleh aparat penegak hukum dan tidak menyadari dengan baik sehingga tidak mengurangi atau ancaman hukuman maka pelaku makar ancaman hukuman maksimal seumur hidup dan hukuman mati," jelas Gayus.

Gayus mengingatkan aparat penegak hukum bisa menggunakan pasal makar dalam KUHP untuk menindak orang-orang yang melakukannya. Dalam pasal tersebut, pelaku makar dapat diancam hukuman pidana seumur hidup atau hukuman mati.

Gayus menilai, wacana pengerahan kekuatan rakyat atau lebih dikenal dengan people power yang ada saat ini yang digaungkan oleh sekelompok orang cenderung mengarah ke gerakan makar.

Sebab gerakan people power tidak ditujukan untuk keadilan masyarakat. Karena gerakan people power yang ada saat ini didasari oleh hasutan pihak tertentu untuk menyimpang dari hukum.

"People power sekadar memenuhi keinginan pihak yang tidak puas," pungkas Gayus.[dod]

Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

SABTU, 25 MEI 2019 , 13:35:00