Kasus HRS Dkk Bisa Ganggu Hubungan RI-Arab Saudi

Polhukam  RABU, 15 MEI 2019 , 05:30:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kasus HRS Dkk Bisa Ganggu Hubungan RI-Arab Saudi

Habib Rizieq Shihab/Net

Belakangan sejumlah tokoh yang bermasalah dengan hukum di Indonesia, dan menjadi tersangka, mendadak langsung berangkat ke luar negeri.

Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, mengungkap, beberapa contoh kasus yang muncul. Misalnya Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS), yang menjadi tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dan penistaan simbol negara Indonesia.

Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Rizieq ke Polda Jawa Barat karena dianggap menodai Pancasila, sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 154a KUHP dan/atau Pasal 320 KUHP dan/atau Pasal 57a juncto Pasal 68 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan,” kata Hari melalui keterangan tertulisnya, Rabu (15/5).

Menurutnya, setelah kasus itu muncul, kasus lain yang dilaporkan oleh Aliansi Mahasiswa Anti Pornografi pada 30 Januari 2017 lalu ke Polda Metro Jaya adalah penyebaran konten berbau pornografi yang diduga dilakukan HRS dan Firza Husein. Setelah muncul kasus tersebut, HRS kemudian pergi ke Arab Saudi.

Kemudian, Ustadz Bachtiar Nasir juga dikabarkan sedang berada di Arab Saudi untuk menghadiri sebuah acara.

Padahal yang bersangkutan sedang mendapat panggilan pihak Bareskrim Polri sebagai tersangka kasus penggelapan dan TPPU dana Yayasan Keadilan untuk Semua (YKUS).

Bachtiar Nasir pun tak memenuhi panggilan ketiga dari Bareskrim untuk diperiksa.

Berdasarkan kenyataan yang kasat mata, Rizieq Shihab nampak enjoy di Arab Saudi, padahal dia berkasus. Lalu bagaimana dengan izin tinggal Rizieq Shihab yang telah lama menetap di Arab Saudi tanpa pernah kembali ke Indonesia untuk memperpanjang visa?,” papar Hari.

Hari menilai, ternyata hidup di Arab Saudi tetap nyaman dan terhindar dari hukuman walaupun memiliki banyak kasus.

"Mungkin hal inilah yang menjadi inspirasi bagi para tersangka kasus hukum di Indonesia untuk bersembunyi di Arab Saudi, supaya tidak tersentuh proses hukum," ujar Hari.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02 Prabowo-Sandi, Ustadz Haikal Hassan juga dikabarkan telah meninggalkan Tanah Air untuk menuju ke Arab Saudi, Selasa (14/5) sore. Diduga, kepergian Ustadz Haikal berkaitan dengan laporan Caleg PSI Achmad Firdaus Mainuri kepada Bareskrim Polri soal tindak pidana penyebaran berita bohong (hoaks) melalui media elektronik,” imbuhnya.

Karena itulah, Hari mengimbau kepada negara Arab Saudi yang selama ini sangat dihormati oleh bangsa Indonesia, untuk tidak memberikan izin tinggal sementara bagi WNI yang memiliki masalah hukum di Indonesia.

"Kami warga Indonesia sangat prihatin bila pemerintah Arab Saudi menampung WNI yang memiliki persoalan dengan hukum dan statusnya sudah menjadi tersangka, untuk menjaga hubungan bilateral antara Indonesia dan Saudi yang sudah berpuluhan tahun. Meminjam peribahasa lama, karena nila setitik, rusak susu sebelanga, melihat kasus Rizieq Shihab, Bachtiar Nasir, dan Ustadz Haikal Hassan,” pungkas Hari.[dod]

Komentar Pembaca
PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

SABTU, 25 MEI 2019 , 13:35:00