Era Milenial, Peningkatan Kualitas SDM Harus Jadi Prioritas

Ragam  KAMIS, 16 MEI 2019 , 10:30:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Era Milenial, Peningkatan Kualitas SDM Harus Jadi Prioritas

R Wahyu Handoko/Ist

Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sudah menjadi isu lawas sejak 1980 an. Sebagai negara yang kaya sumber daya alamnya, tentu persoalan tersebut menjadi hal strategis, sehingga masalah SDM semestinya menjadi skala prioritas untuk ditingkatkan kualitas kemampuan, kompetensi, kehidupan maupun penghidupannya.

Demikian disampaikan mantan Sekjen Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI), R Wahyu Handoko dalam diskusi Terbatas PP PMKRI bertajuk Revisiting Visi SDM Indonesia, di Jalan Sam Ratulangi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/5).

"Diperlukan suatu rumusan visi dan misi sumber daya manusia yang komprehensif, fundamental dan terintegrasi, sehingga dapat membentuk kualitas yang berdaya saing dan berdaya guna tinggi," kata Wahyu.

Menurut Wahyu, saat ini bangsa Indonesia memasuki era milineal, tentunya rumusan peningkatan kualitas sumber daya manusia ini bertumpu pada dunia pendidikan formal maupun non formal yang menjadi salah satu pilar utama.

Dengan demikian, dalam implementasinya dapat bersinergi dengan pilar pengembangan sumber daya manusia lainnya, yakni pilar keluarga, pilar kelembagaan agama, pilar lembaga eksekutif, lembaga legislatif dan lembaga perusahaan swasta.

"Nah, untuk langkah konkretnya, kami mengusulkan suatu road map peningkatan kualitas sumber daya manusia 2019-2024 Indonesia berintegritas yang disusun secara terstruktur, sistematis dan massif," ujar Wahyu.

Wahyu mengungkapkan, dalam road map peningkatan kualitas aumber daya manusia Indonesia berintegritas ada 7 S, yakni strong leadership (pemerintah yang berkehendak dan tekad kuat untuk meningkatkan kualitas SDM), strategi management (perlunya perubahan mentalitas cari proyek tanpa ada kelanjutan di kalangan birokrasi, di ubah dengan penerapan rumusan planing=perencanaan, do=kerjakan, check=pengawasan and action= tindakan), sistem yang baik (terbentuknya suatu gerakan sebagai agen perubahan terstruktur sistematis dan massif), skill (keahlian yang berdaya saing dan berdaya guna), speed (kecepatan dalam mengambil keputusan), sinergi (mensinergikan pilar pendidikan formal dan non formal, keluarga, lembaga eksekutif maupun legislatif dan perusahaan swasta untuk bersama-sama dapat mengusahakan sistem pelayanan pendidikan terjangkau biayanya dan berkualitas), dan self motivation (membangun karakter kepribadian bertumpu pada Pancasila ideologi negara).

"Selain itu, perlu penyelarasan SQ,EQ dan IQ dalam upaya meningkatkan kualitas SDM, khususnya di kalangan generasi muda," pungkas Wahyu.

Acara diskusi terbatas yang dipandu Ketua Presidium PP PMKRI Rinto Namang ini juga menghadirkan narasumber mantan Ketua Presidium Pusat PMKRI periode 1994-1996 Anton Doni, Sekjen Taruna Merah Putih Restu Hapsari, Komisioner Komisi Anggaran Independen Setyo Budiantoro dan Ketua KPPOD & Direktur Apindo Research Institute, Agung Pambudi.[dod]

Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN