Saddam Sebut Generasi Milenial Tak Minati Isu People Power

Politik  JUM'AT, 17 MEI 2019 , 22:11:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Saddam Sebut Generasi Milenial Tak Minati Isu People Power

Saddam Al Jihad/RMOL

Respiratori Saddam Al Jihad mengatakan, wacana people power yang berhembus kencang pasca Pemilu Serentak 2019 kurang diminati generasi milenial.

"Karena faktanya people power belakangan ini digiring pada isu yang terpolitisasi segelintir pihak. Padahal berdasarkan data LIPI, generasi milenial penyumbang suara 40 persen atau 80 juta pemilih pada Pilpres 2019," kata Saddam di Jakarta, Jumat (17/5).

Kandidat Doktor Ilmu Pemerintahan ini menjelaskan, bahwa HMI sudah melakukan kegiatan Positive People Positive Power” di berbagai daerah, dan mayoritas generasi milenial, seperti aktivis, akademisi, enterpreuner, dan lainnya sudah tidak berminat dengan people power yang sarat kepentingan politik.

Mari kita jujur pada diri kita sendiri dan landasan hadirnya people power ini apa? Dari elit atau rakyat, homogen atau heterogen? Generasi milenial sudah memahami itu landasan bahwa people power cenderung politis. Informasi tersebut diketahui ketika HMI melakukan diskusi di daerah-daerah, seperti Medan, Bandung, Surabaya, Makassar, dan kota-kota lainnya," papar alumni Magister FISIP Universitas Indonesia ini.

Menurut Saddam, hal yang perlu dicermati dengan jumlah pemilih milenial sebanyak 80 juta orang adalah people power sesungguhnya sudah terjadi pada Pemilu 2019.

Saddam menambahkan, penolakan people power oleh generasi milenial merupakan wujud kedaulatan pemilih dalam Pemilu 2019 yang tidak mau disepelekan suaranya.

"Karena suara generasi milenial adalah suara penentu politik nasional," pungkas Saddam.[dod]

Komentar Pembaca