Jokowi Menang Tipis di Ibukota

Politik  JUM'AT, 17 MEI 2019 , 23:41:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Jokowi Menang Tipis di Ibukota

Joko Widodo/Ist

Paslon nomor 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin menang tipis dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilu 2019 di ibukota.

Berdasarkan hasil pleno rekapitulasi suara pemilihan presiden KPU DKI Jakarta, Jokowi-Ma'ruf memperoleh 3.279.547 suara, sedangkan pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi mendapatkan 3.066.137 suara.

Jokowi menang tipis dari Prabowo, yakni 213.410 suara. Jokowi-Ma'ruf unggul di empat wilayah, yakni Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Kepulauan seribu. Sedangkan, Prabowo-Sandi unggul di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Adapun total seluruh pemilih di pemilihan presiden di Jakarta mencapai 6.345.684 orang.

Ketua KPU DKI, Betty Epsilon Idroos, memberikan kesempatan saksi dari kedua pasangan calon presiden untuk menanggapi hasil pleno tingkat provinsi itu.

Apakah DC untuk PPWP (pemilihan presiden dan wakil presiden) dari enam kabupaten/kota di DKI Jakarta bisa diterima?,” kata Betty kepada para saksi, Jumat (17/5).

Saksi dari pasangan 02 Ahmad Fauzi, menyatakan keberatan dan ogah menandatangani formulir DC atau hasil rekapitulasi pemilu presiden tingkat provinsi. Saya agak keberatan mungkin kita harus sinkronkan dulu antara DPTb dan DPK. Kami melihat ada kurang sinkron angka. Kami minta form keberatan saja,” kata Fauzi di dalam sidang pleno.

Fauzi menuturkan pihaknya meragukan partisipasi pemilih di DPTb dan DPK. Alasannya, jumlah data DPK yang mencapai 225.556 orang, saat pemilu partisipasinya mencapai 221.532 orang.

"Artinya selisih sekitar 4 ribu, jadikan kami melihat apakah mungkin hanya 4 ribu ini tidak mengikuti partisipasi pemilihnya? Kita mau alasan begitu saja.”

Betty menjelaskan bahwa perolehan suara tidak mengubah pada pleno tingkat kecamatan, kota hingga DKI. Betty pun meminta Fauzi menjelaskan argumentasinya menolak data DPTb dan DPK yang telah disepakati, hingga tidak mau ditandatanganinya.

Meski saksi dari Prabowo tersebut tidak mau menandatangani formulir rekapitulasi tingkat provinsi, hasil rapat pleno di DKI tetap dianggap sah. Betty pun menanyakan kepada saksi 02 apakah benar tidak mau tandatangan. Lalu Fauzi menjawab, yakin.”[dod]

Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN