JPS Minta Seleksi Calon Direksi Bank DKI Dipercepat

Ekonomi  SABTU, 18 MEI 2019 , 10:48:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

JPS Minta Seleksi Calon Direksi Bank DKI Dipercepat
Pemegang saham Bank DKI didorong segera membentuk tim seleksi untuk memilih calon-calon direksi Bank DKI. Pasalnya saat ini ada lima posisi direksi yang lowong.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad di Jakarta, Sabtu (18/5).

"Nantinya calon-calon direksi Bank DKI yang lolos diserahkan ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," kata Syaiful.

Setelah dinyatakan lolos uji kepatutan dan kelayakan sesuai syarat OJK, barulah nama-nama calon direksi tersebut diangkat dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank DKI.

"Kalau kemarin kan dari tim seleksi kemudian diangkat melalui RUPS untuk selanjutnya diserahkan ke OJK. Jadi prosesnya dibalik," ujar Syaiful.

Diketahui, pemegang saham Bank DKI membatalkan pengangkatan Wahyu Widodo sebagai direktur utama. Pembatalan pengangkatan itu tertuang dalam surat keputusan pemegang saham di luar Rapat Umum Pemegang Saham (Sirkuler) Bank DKI yang diteken oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin tertanggal 8 Mei 2019.

Selain membatalkan pengangkatan Wahyu Widodo sebagai direktur utama, pemegang saham juga membatalkan pengangkatan Erick sebagai komisaris.

Pembatalan tersebut sehubungan dengan surat Kepala OJK Regional 1 Jakarta dan Banten pada 12 Februari 2019 yang mengatakan pengangkatan tersebut perlu dipertimbangkan kembali. Padahal susunan yang dibatalkan merupakan usulan dari Pemprov DKI Jakarta.

Wahyu Widodo juga baru diangkat menggantikan Kresno Sediarsi pada 30 Oktober 2018 lalu. Kresno dicopot bersama jajaran direksi lainnya yakni Budi Mulyo Utomo, Antonius Widodo Mulyono, Farel Tua Silalahi, dan Zulfarshah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pembatalan disebabkan Wahyu Widodo ternyata tak memenuhi fit and proper test atau tes kepatutan dan kelayakan OJK.

"Mereka mengikuti proses fit and proper test dan kemudian OJK menyampaikan mereka tidak pas. Tidak lulus. Nah dari situ kita lakukan proses,” ujar Anies, Sabtu (10/5).

Anies tak mengungkapkan proses pemilihan direktur. Ia hanya mengatakan, kini pihaknya harus mencari sosok direktur baru lagi. ”Sesegera mungkin. Mohon doanya, ya,” harap dia.

Sebagai pemegang saham mayoritas Bank DKI, pemprov dan Perumda Pasar Jaya berhak menunjuk jajaran pejabat pada bank tersebut. Untuk menjalankan bisnisnya Anies Baswedan pun menunjuk direksi sementara.

Menutup 2018, kinerja keuangan Bank DKI sebenarnya menunjukkan tren positif. Hal tersebut ditunjukkan dengan catatan kinerja penyaluran kredit cukup menggembirakan sepanjang tahun lalu.

Kredit bank daerah ini mencapai Rp 34,7 triliun, tumbuh 27,9 persen dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut berada jauh di atas pertumbuhan rata-rata perbankan nasional yang tercatat sebesar 12,9 persen pada 2018.

Sigit Prastowo yang saat ini menjabat sebagai Plt Dirut Bank DKI mengatakan, secara umum, perusahaan tersebut mampu mencatatkan pencapaian kinerja yang baik sesuai dengan harapan.

Peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan terutama difokuskan kepada segmen mikro yang meningkat cukup signifikan pada 2018 sebesar 49,7 persen.

Di tengah laju pertumbuhan kredit tersebut, kualitas aset yang dimiliki juga dapat terjaga dengan baik. Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross dan NPL Nett tahun lalu masing-masing tercatat 2,7 persen dan 1,6 persen dari 2017 sebesar 3,8 persen dan 2,3 persen.

"Pencapaian tersebut tentunya merupakan hasil dari berbagai upaya-upaya perbaikan yang dilakukan di sepanjang 2018.” kata Sigit dalam keterangan resminya yang dikutip Jumat (22/3).

Sementara dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun Bank DKI tahun lalu mencapai Rp 37,3 triliun yang didorong oleh pertumbuhan tabungan sebesar 34,4 persen.

Dalam menghimpun DPK tahun lalu, bank ini mengutamakan optimalisasi fungsi intermediasi dengan meningkatkan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) pada titik yang optimal, sehingga menjaga tingkat profitabilitas.

Sigit menyebutkan, pihaknya akan terus mendorong peningkatan dana murah baik tabungan dan giro dalam melakukan aktivitas penghimpunan DPK. Adapun total aset Bank DKI tercatat sebesar Rp 53,0 triliun atau meningkat 3,1 persen dari Rp 51,4 triliun pada 2017.

Pencapaian total aset tersebut didukung dengan perbaikan struktur pendanaan serta optimalisasi dana yang dimiliki sehingga mendorong peningkatan laba bersih tahun lalu.

Dari pertumbuhan bisnis tersebut, Bank DKI berhasil membukukan laba bersih Rp 800,3 miliar pada 2018. Jumlah itu meningkat 12,4 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 712,2 miliar.

Pencapaian laba bersih tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan operasional bank yang didominasi oleh pertumbuhan fee based income sebesar 26,2 persen seiring dengan peningkatan aktivitas produk dan layanan yang terjadi sepanjang 2018.

Bank yang saham mayoritas dipegang pemprov itu juga turut mendukung berbagai program kerja Pemprov DKI Jakarta di antaranya adalah dengan mendukung penyaluran bantuan sosial seperti Kartu Jakarta Pintar Plus, Kartu Lansia Jakarta, dan Kartu Pekerja Jakarta.[dod]

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00