Gerakan Kedaulatan Rakyat Sama Tak Relevan dengan People Power

Politik  SABTU, 18 MEI 2019 , 15:47:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Gerakan Kedaulatan Rakyat Sama Tak Relevan dengan People Power

Prabowo Subianto/Net

Seruan people power yang dilontarkan Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais, diubah menjadi ‘Gerakan Kedaulatan Rakyat’. Hal itu mendapat kritik dari peneliti Center for Indonesian Election (CIE), Muhammad Ibas.

Menurut Ibas, gerakan kedaulatan rakyat yang bakal dimainkan pada 22 Mei nanti dengan tujuan mendiskualifikasi duet Joko Widodo-Ma’ruf Amin kurang relevan.

Pasalnya, gerakan tersebut bertujuan menolak hasil Pemilihan Umum 2019 yang berjalan baik dan demokratis. Apalagi, kata Ibas, ingin memaksakan calonnya untuk menjadi pimpinan negara dengan cara-cara inkonstitusional.

"Perlu digarisbawahi bahwa gerakan ini bukan atas nama rakyat apalagi pencetus dan aktor-aktornya dari BPN. Itu bukan keinginan rakyat. Ini ambisi segelintir orang yang merasa kalau calonnya tidak terpilih maka aspirasi-aspirasi radikalnya tidak bisa diaksentuasi dalam level pemerintahan," kata Ibas kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (18/5).

Ibas berpendapat, gerakan tersebut menunjukkan nafsu yang sangat ingin berkuasa.

"Jadi menghalalkan segala cara. People power berubah wujud menjadi kedaulatan rakyat, cuma hindari jeratan hukum," tambahnya.

Ibas mengatakan, gerakan tersebut berpotensi memecah belah rakyat. Apalagi sudah mengklaim atas nama rakyat padahal hanya nafsu politik semata. Dia pun mempertanyakan jika nantinya terjadi chaos, apakah BPN bertanggung jawab.

"Sangat disayangkan sekali gerbong 02 lagi-lagi paksakan diri sehingga masyarakat menjadi terbelah. Jika nanti terjadi chaos, apakah BPN mau bertanggung jawab. Ini kan membenturkan masyarakat hanya beda pilihan politik," ungkapnya.

Lantaran itu, Ibas mengapresiasi Partai Demokrat yang menolak mengikuti pendapat radikal elite politik yang sengaja membuat gaduh suasana.

"Tidak elok jika elite terus-terusan membuat gaduh dan jadi provokator. Jangan korbankan rakyatmu, jangan memecah belah sesama anak bangsa. Doktrin kita sudah jelas yaitu persatuan Indonesia,” tuturnya.

Lebih jauh, Ibas mengatakan reaksi itu sengaja diembuskan oleh pihak-pihak yang tidak puas karena calon presiden mereka usung dipastikan bakal tumbang saat diumumkan 22 Mei nanti oleh KPU.

"Rakyat yang mana yang diwakili? Calon yang kalah? Tentunya itu jelas sekali tujuan keadilannya tidak ada, kemanfaatannya sangat jauh," kata dia.

Hal senada juga dilontarkan pengamat intelijen Stanislaus Riyanta, menurutnya gerakan kedaulatan rakyat itu merupakan bentuk provokasi elite di kubu yang kalah dalam Pemilu 2019 dan tidak siap menerima kekalahan.

"Mereka ingin menggunakan kelompok tertentu yang mengatasnamakan rakyat untuk mencoba menekan penyelenggara pemilu,” ucap Stanislaus.

Ironisnya, kata Stanislaus, di saat kelompok tersebut disuruh beraksi justru elite dari kelompoknya malah terdeteksi pergi ke luar negeri.

Jangan sampai masyarakat menjadi korban ketidakdewasaan elite yang tidak siap berdemokrasi,” kata Stanislaus.

Sementara itu, politisi senior Ruhut Sitompul menyatakan bahasa apapun yang mereka pergunakan baik itu people power dan kedaulatan rakyat, lagi-lagi buntut dan otaknya sama saja.

"Pake bahasa apapun itu buntutnya dan otaknya itu mereka-mereka lagi,” sebut Ruhut.

Kendati demikian, dia berpesan agar masyarakat tidak perlu khawatir apalagi aktornya seperti Eggi Sudjana yang kini semakin terang benderang itu sudah menjadi pesakitan.

"Istilahnya layu sebelum berkembang. Saya yakin Amien bakal diperiksa dan permadi juga bakal diperiksa,” tutur Ruhut.

Ruhut pun menyindir agar elite politik ingat umur jangan jadi provokator mengorbankan rakyat.

Tolong kita sudah berumur. Nanti yang rugi adalah rakyat dan jadi korban elite. Ingat !! Mulutmu harimaumu," pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN