Ada Dugaan Kecurangan, 8 Parpol Ramai-ramai Perkarakan KPU DKI

Politik  SABTU, 18 MEI 2019 , 20:34:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ada Dugaan Kecurangan, 8 Parpol Ramai-ramai Perkarakan KPU DKI

Koalisi Bidakara laporkan Ketua KPU DKI Jakarta/RMOL

Rapat pleno rekapitulasi suara untuk memilih anggota DPRD DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta yang rampung pada Sabtu (19/5) dini hari, ternyata masih menyisakan persoalan serius.

Pasalnya delapan parpol peserta Pemilu 2019 menolak menandatangani hasil rekapitulasi KPU DKI Jakarta.

Delapan parpol yang tergabung dalam Koalisi Bidakara tersebut adalah Partai Gerindra, Hanura, PPP, Perindo, PKB, Golkar,Nasdem dan Partai Berkarya.

Delapan parpol tersebut akan memperkarakan Ketua KPU DKI, Betty Epsilon Idroos ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Bawaslu DKI Jakarta pada Senin (21/5) lusa.

Tim Hukum Koalisi Bidakara, Yupen Hadi mengatakan, sudah ada empat petinggi parpol tingkat DKI Jakarta yang meneken surat kuasa untuk melakukan langkah hukum dan pelaporan terhadap Betty Epsilon Idroos.

Empat pimpinan parpol tersebut yakni, Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta Mohamad Ongen Sangaji, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik, Ketua DPW PPP DKI Jakarta Abdul Aziz dan Ketua DPW Partai Perindo DKI Jakarta Sahrianta Tarigan.

"Empat pimpinan parpol lainnya kemungkinan akan menyusul untuk mendatangani surat kuasa," kata Yupen di Jakarta, Sabtu (19/5).

Menurut Yupen, pelaporan tersebut merupakan buntut dari carut-marutnya pelaksanaan Pileg di Jakarta. Seperti hilangnya potensi kursi dari masing-masing partai.

Apalagi kuat dugaan terjadi penggelembungan dan penggeseran suara dalam penghitungan di tiap tingkatan.

"Gerindra menolak seluruh hasil pleno rekapitulasi Pilpres dan Pileg di semua tingkatan. Kita menduga adanya penggelembungan suara dan kecurangan lainya dalam pelaksanaan Pemilu 2019," ujar Yupen.

Yupen menyebutkan Gerindra menemukan 4.000 suara hilang di Jakarta Utara. Hal itu juga berpotensi pada wilayah lainnya.

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Syarief memprediksi potensi kehilangan suara Gerindra yang cukup besar dari sejumlah persoalan yang ada dalam pelaksanan Pileg 2019.

Syarif mengungkapkan, dari hitungan internal, Gerindra memiliki potensi mendapatkan 30 kursi di DPRD DKI.

"Kalau tahapan dilakukan akuntabel dan transparan, Gerindra berpotensi mendapatkan 30 kursi DPRD DKI," tegas Syarif.[dod]

Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN