Bank DKI Masih Menunggu Uji Kepatutan dan Kelayakan 2 Direksi

Ekonomi  SABTU, 18 MEI 2019 , 21:05:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Bank DKI Masih Menunggu Uji Kepatutan dan Kelayakan 2 Direksi
Manajemen Bank DKI saat ini masih menunggu pelaksanaan uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test terhadap dua direksinya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Yang masih menunggu uji kepatutan dan kelayakan OJK adalah posisi Direktur Manajemen dan Resiko serta Direktur Bisnis," kata Corporate Secretary Bank DKI, Herry Djufraini melalui keterangan elektroniknya, Sabtu (19/5).

Herry mengatakan, saat ini Bank DKI memiliki empat direksi, dimana dua diantaranya sudah definitif, yakni Direktur Keuangan Sigit Prastowo serta Direktur Teknologi dan Operasional Priagung Suprapto.

Menurut Herry, pihaknya juga masih menunggu calon direksi untuk mengisi posisi Direktur Utama dan Direktur Kepatuhan.

Bank DKI sendiri sesuai dengan organisasi tercatat ada enam direktur, yakni Direktur Utama, Direktur kepatuhan, Direktur Keuangan, Direktur Bisnis, Direktur Manajemen Risiko dan Direktur teknologi dan Operasional.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad mendorong pemegang saham Bank DKI segera membentuk tim seleksi untuk memilih calon-calon direksi Bank DKI. Pasalnya saat ini ada empat posisi direksi yang lowong.

"Nantinya calon-calon direksi Bank DKI yang lolos diserahkan ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," kata Syaiful.

Setelah dinyatakan lolos uji kepatutan dan kelayakan sesuai syarat OJK, barulah nama-nama calon direksi tersebut diangkat dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank DKI.

"Kalau kemarin kan dari tim seleksi kemudian diangkat melalui RUPS untuk selanjutnya diserahkan ke OJK. Jadi prosesnya dibalik," ujar Syaiful.

Diketahui, pemegang saham Bank DKI membatalkan pengangkatan Wahyu Widodo sebagai direktur utama. Pembatalan pengangkatan itu tertuang dalam surat keputusan pemegang saham di luar Rapat Umum Pemegang Saham (Sirkuler) Bank DKI yang diteken oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin tertanggal 8 Mei 2019.

Selain membatalkan pengangkatan Wahyu Widodo sebagai direktur utama, pemegang saham juga membatalkan pengangkatan Erick sebagai komisaris.

Pembatalan tersebut sehubungan dengan surat Kepala OJK Regional 1 Jakarta dan Banten pada 12 Februari 2019 yang mengatakan pengangkatan tersebut perlu dipertimbangkan kembali. Padahal susunan yang dibatalkan merupakan usulan dari Pemprov DKI Jakarta.

Wahyu Widodo juga baru diangkat menggantikan Kresno Sediarsi pada 30 Oktober 2018 lalu. Kresno dicopot bersama jajaran direksi lainnya yakni Budi Mulyo Utomo, Antonius Widodo Mulyono, Farel Tua Silalahi, dan Zulfarshah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pembatalan disebabkan Wahyu Widodo ternyata tak memenuhi fit and proper test atau tes kepatutan dan kelayakan OJK.

"Mereka mengikuti proses fit and proper test dan kemudian OJK menyampaikan mereka tidak pas. Tidak lulus. Nah dari situ kita lakukan proses,” ujar Anies, Sabtu (10/5).

Anies tak mengungkapkan proses pemilihan direktur. Ia hanya mengatakan, kini pihaknya harus mencari sosok direktur baru lagi. ”Sesegera mungkin. Mohon doanya, ya,” harap dia.

Sebagai pemegang saham mayoritas Bank DKI, pemprov dan Perumda Pasar Jaya berhak menunjuk jajaran pejabat pada bank tersebut. Untuk menjalankan bisnisnya Anies Baswedan pun menunjuk direksi sementara.[dod]

Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Cegah Banjir, 41 Drainase Vertikal Dibangun di Jaktim
PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00