Partainya Megawati Tolak Depok Jadi Kota Religius

Nusantara  SENIN, 20 MEI 2019 , 14:02:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Partainya Megawati Tolak Depok Jadi Kota Religius

PDI Perjuangan/Ist

Fraksi PDIP DPRD Kota Depok menolak Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Kota Religius (PKR). Raperda tersebut merupakan inisiatif Pemerintah Kota Depok.

Ketua DPRD Kota Depok Hendrik Tangke Allo mengatakan, Raperda PKR yang diusulkan oleh Pemkot Depok itu sudah ditolak oleh Badan Musyawarah DPRD Kota Depok untuk masuk ke dalam daftar program legislasi daerah atau prolegda, pekan lalu.

"Kami dari Fraksi PDI Perjuangan menolak tegas raperda tersebut, dan kami juga pastikan pembahasan raperda itu tidak lagi dilakukan di seluruh alat kelengkapan dewan lainnya," kata Hendrik Tangke Allo di Depok, Jawa Barat, Senin (20/5).

Salah satu alasan penolakan partai besutan Megawati Soekarnoputri itu adalah UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah tidak mendelegasikan urusan agama diatur oleh pemerintah daerah.

"Urusan agama adalah kewenangan absolut pemerintah pusat. Dan ingat, perda tidak boleh bertentangan dengan perundang-undangan di atasnya," tegas Hendrik.

Menurutnya, religiusitas bersifat pribadi (privat), berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhan. Dengan demikian, pemerintah kota tidak bisa mengatur masalah religiositas warganya. Perda tersebut memiliki potensi diskriminatif, baik terhadap umat beragama dan terhadap kaum perempuan. Perda ini juga memiliki kecenderungan untuk mengotak-ngotakkan warga Kota Depok yang plural.

PDI Perjuangan, lanjutnya, berpandangan bahwa Pemkot Depok berkewajiban untuk memastikan bahwa setiap umat beragama memiliki kebebasan dalam menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaannya masing-masing serta menjaga toleransi antarumat beragama.

Sebelumnya, Wali Kota Depok Mohammad Idris menuturkan raperda itu dilatarbelakangi tujuan pemkot untuk mewujudkan masyarakat Depok yang religius serta menjunjung tinggi norma agama, hukum, kesusilaan, dan kesopanan dalam beraktivitas sehari-hari. "Pemkot Depok perlu mendorong masyarakat untuk senantiasa menyeru dan mengajak kepada kebaikan dan mencegah perbuatan tercela," kata Idris.[dod]

Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

SABTU, 25 MEI 2019 , 13:35:00