Pemblokiran Medsos Rugikan Ekonomi Masyarakat

Ekonomi  RABU, 22 MEI 2019 , 22:59:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pemblokiran Medsos Rugikan Ekonomi Masyarakat

Pemblokiran media sosial/Net

Hari ini prngguna media sosial alias medsos dibikin kalang kabut karena secara mendadak pemerintah melakukan pemblokiran akses medsos.

Menko Polhukam Wiranto bersama Menkominfo Rudiantara, mengumumkan bahwa pemerintah memblokade sementara akses medsos agar masyarakat tidak menyebarkan konten-konten yang provokatif terkait kerusuhan di Tanah Abang dan Petamburan, pada Rabu (22/5) dini hari.

Sebelumnya masyarakat resah dan bertanya-tanya apa penyebabnya. Sebab kesulitan dalam mengakses medsos sudah terjadi sejak Rabu (22/5) siang.

Pengamat Ekonomi Haryadin Mahardika mengatakan, pemblokiran akses medsos ini merupakan pertama kali dilakukan dalam sejarah Indonesia modern.

Menurut Haryadin, pemerintah seharusnya peka bahwa bisnis perekonomian yang menggunakan medsos saat ini sedang giat-giatnya dijalankan masyarakat.

"Sebaiknya pemerintah harus mempertimbangkan kembali kebijakan itu. Pemerintah perlu mempertimbangkan aspek lain yang juga penting, yaitu fakta bahwa medsos saat ini juga merupakan alat bantu bisnis dan perekonomian masyarakat yang sangat penting," kata Haryadin di Jakarta.

Padahal umumnya pemblokiran akses medsos dilakukan oleh negara yang memiliki reputasi kurang baik di bidang HAM dan demokrasi.

Haryadin mengatakan, pemerintah harus sadar bahwa dalam menjaga stabilitas negara, sisi ekonomi memegang peranan penting dibanding sisi politik. Sehingga pemerintah harus mengambil langkah yang bijak.

"Pemerintah tidak boleh mengorbankan stabilitas ekonomi demi menjaga stabilitas politik, dalam hal melakukan blokade medsos" tutup Haryadin.[dod]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09