Polisi Sebut Perusuh Preman Bayaran Tanah Abang, Ini Komentar Haji Lulung

Peristiwa  JUM'AT, 24 MEI 2019 , 10:17:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Polisi Sebut Perusuh Preman Bayaran Tanah Abang, Ini Komentar Haji Lulung

Abraham Lunggana/Net

Polisi telah mengidentifikasi sebagian dari 300 orang yang diamankan karena terlibat dalam kerusuhan aksi 22 Mei. Sebagian dari mereka merupakan preman Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan, para preman tersebut menerima bayaran Rp300 ribu.

Menyikapi hal ini, Tokoh Masyarakat Tanah Abang, Abraham Lunggana alias Haji Lulung menolak keras tuduhan polisi yang menyebutkan sebagian perusuh merupakan preman Tanah Abang.

"Pernyataan Kadiv Humas Polri harus diuji lagi. Apa sih kriteria preman? Nggak ada tuh preman Tanah Abang," kata Haji Lulung saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Jumat (24/5).

Menurut Haji Lulung, yang terjadi di lapangan adalah masyarakat Tanah Abang justru banyak yang terkena semprotan gas air mata.

"Karena kejadiannya pas waktu sahur, warga kemudian ramai-ramai nonton di pinggir jalan yang akhirnya ikutan kena gas air mata," ujar Haji Lulung.

Mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini mengungkapkan, selama dua hari, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Kapolres Jakarta Pusat, Kapolsek Tanah Abang serta elemen lainnya untuk bersama-sama mengamankan kawasan Pasar Tanah Abang. Karena lokasi tersebut merupakan salah satu objek vital.

Disisi lain, kata Lulung, warga Tanah Abang juga sepakat tidak berunjuk rasa ke Gedung Bawaslu atau KPU pasca pengumuman pemenang Pilpres 2019.

"Kami lebih memilih menunggu hasil keputusan Mahkamah Konstitusi yang menangani sengketa Pilpres," pungkas politisi PAN ini.

Diketahui, saat ini polisi telah menangkap sebanyak 300 orang dalam kerusuhan dan perusakan terhadap fasilitas umum yang terjadi sejak Selasa (21/5) malam hingga Rabu (2/5) dini hari.

Setelah pemeriksaan mereka ditetapkan sebagai tersangka. Selain itu terdapat juga provokator yang ditangkap.

Kerusuhan sepanjang 21 hingga 23 Mei terjadi di sejumlah lokasi antara lain kawasan Bawaslu, Asrama Polisi di Petamburan dan Gambir.

Empat dari ratusan tersangka tersebut merupakan pengguna narkotika. Keempat tersangka itu ialah RIL, RI, YO, dan NH.[dod]

Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN