Penetapan Hasil Rekapitulasi Dini Hari, KPU Ciptakan Opini Liar

Politik  JUM'AT, 24 MEI 2019 , 14:09:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Penetapan Hasil Rekapitulasi Dini Hari, KPU Ciptakan Opini Liar

Surat suara Pilpres 2019/Net

Pengumuman KPU terkait hasil perolehan suara final Pilpres 2019 pada Senin (21/5) pukul 01.30 WIB dinilai publik diluar kewajaran.

Pasalnya pengumuman dilakukan saat mayoritas masyarakat indonesia sedang beristirahat dan diluar jam kerja.

Diketahui, hasil final perolehan suara Jokowi-Ma'ruf sebanyak 85.607.362 suara atau 55,50 persen, sedangkan Prabowo-Sandi sebanyak 68.650.239 suara atau 44,50 persen. Selisih suara kedua pasangan 16.957.123 suara atau 11 persen.

Namun penetapan itu ada keganjilan. Karena hingga Jumat (24/5) pukul 09.30 WIB, Situng KPU baru menyelesaikan rekapitulasi di 770.715 TPS atau sekitar 94,75 persen TPS dari jumlah keseluruhan 813.350 TPS se-Indonesia.

Hal ini menimbulkan kejanggalan dan persepsi berbeda di masyarakat. Di satu sisi KPU telah mengumumkan hasil final Pilpres 2019, namun website resmi KPU masih melakukan rekapitulasi dan belum selesai.

Menanggapi hal ini, Pengamat Politik dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang, Adib Miftahul mengatakan, ketidakcocokan Situng dengan rekap manual memunculkan opini publik menjadi liar. Apalagi dalam suasana politik yang makin memanas.

Kondisi ini, kata Adib, justru memperkeruh suasana. Sebab, seolah-olah ada sesuatu yang terjadi dalam tubuh KPU. Sehingga membuat ribuan massa berkumpul untuk berunjuk rasa di Bawaslu pada 21 dan 22 Mei kemarin.

"Pengumuman KPU itu tidak sinkron dengan proses website Situng KPU. Walaupun KPU telah menjelaskan bahwa hasil yang menjadi patokan adalah rekapitulasi manual, namun perbedaan mekanisme yang dibiarkan terus ini, telah membentuk opini publik menjadi liar," kata Adib di Jakarta, Jumat (24/5).

Dengan kondisi opini liar tersebut, masyarakat menduga ada kecurangan yang salah-satunya terjadi pada Situng KPU.

"Bagi masyarakat khususnya pendukung 02 menjadi penguat dugaan adanya kecurangan. Saya kira KPU perlu mengambil langkah tepat sebagai penyejuk, ditengah situasi politik yang kian memanas ini," tegas Adib.

Adib menambahkan opini liar ini menjadi semakin kuat dengan belum dituntaskannya persoalan DPT yang diduga bermasalah, sementara Pemilu sudah rampung.

"Saya kira KPU harus koreksi diri, banyak hal yang belum dituntaskan secara final, namun dijalankan terus, salah satunya tentang dugaan DPT bermasalah, penyebab meninggalnya ratusan pengurus KPPS, ditambah lagi dengan pengumuman hasil akhir pada dini hari saat proses situng belum selesai. Ini yang memperkuat opini liar di tengah masyarakat," pungkas Adib.[dod]

Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN