Dituduh Sebar Hoaks, Tim BPN Ini Diancam 5 Tahun Penjara

Hukum  SENIN, 27 MEI 2019 , 16:15:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dituduh Sebar Hoaks, Tim BPN Ini Diancam 5 Tahun Penjara

Mustofa Nahrawardaya/Net

Anggota BPN Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyebaran hoaks terkait kerusuhan aksi demo 22 Mei. Polri menjerat Mustofa dengan ancaman 5 tahun penjara.

"Ancaman hukuman diatas dari 5 tahun penjara," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (27/5).

Dedi mengatakan hukuman 5 tahun penjara karena Mustofa dijerat dengan Pasal 45 huruf a jo Pasal 28 dan Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 serta Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946 tentang ITE.

Mustofa diduga membubuhi narasi yang bikin onar dalam postingan foto dan video di media sosial.

"Yang bersangkutan melalui akun di media sosial telah menyebarkan foto, video dan narasi yang tdk sesuai dengan faktanya," ujar Dedi.

Dalam postingan itu, Mustofa menyebut anggota Brimob membunuh seorang peserta aksi demo 22 Mei bernama Harun. Dedi menegaskan postingan Mustofa telah membuat gaduh masyarakat.

"Ini peristiwa yang berbeda tapi seolah-olah peristiwa tersebut memiliki impact meninggalnya harun usia 15 tahun. Akibat perbuatan tersebut membuat opini masyarakat dan kegaduhan di media sosial," pungkas Dedi.[dod]

Komentar Pembaca