Kepemilikan Senjata Ilegal Jangan Langsung Dihubungkan Dengan Makar

Polhukam  SENIN, 03 JUNI 2019 , 13:51:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Kepemilikan Senjata Ilegal Jangan Langsung Dihubungkan Dengan Makar

Khairul Fahmi/Ist

Penyelundupan senjata api ilegal yang diduga dilakukan mantan Danjen Kopassus, Mayjen (Purn) Soenarko tidak boleh langsung dikaitkan dengan dugaan makar.

Pakar militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menilai Soenarko seharusnya dikenakan pelanggaran pidana atas kepemilikan atau penyelundupan senjata ilegal. Bukan untuk penggulingan pemerintah atau makar.

Lebih masuk akal dikenakan pada Pak Soekarno, bukan unsur makarnya. Melainkan bahwa beliau sudah bukan lagi seorang militer aktif, mestinya memahami bahwa dengan jelas bukan hal yang dibenarkan oleh hukum, ini kepemilikan senjata ilegal secara tidak sah itu,” katanya kepada Kantor Berita RMOL, Minggu (2/6).

Saya kira justru itu lebih kuat daripada bicara unsur makarnya karena ini kepemilikan senjata ilegal," sambungnya.

Lebih lanjut, Khairul Fahmi mendesak pihak kepolisian untuk bersungguh-sungguh dalam menegakkan hukum terkait senjata ilegal. Sebab, bukan hanya Soekarno yang bisa kena, melainkan hampir mayoritas purnawirawan jenderal terindikasi masih memegang senjata api.

"Soenarko bukan hanya satu-satunya, ya katakan umum purnawirawan memegang senjata secara tidak sah. Ini perlu ada upaya lebih kuat lagi untuk kepemilikan senjata api, kalau polisi ingin menegakkan yang dipersoalkan itu. Bukan hanya Soenarko, artinya ya mungkin kalau mau dijadikan pijakan awal upaya penertiban lebih serius," pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09