Jelang Lebaran, Lieus Sungkharisma Mustofa Nahrawardaya Dilepaskan

Hukum  SENIN, 03 JUNI 2019 , 14:41:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Jelang Lebaran, Lieus Sungkharisma Mustofa Nahrawardaya Dilepaskan

Lieus Sungkharisma/Net

Dua hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, tersangka kasus dugaan makar Lieus Sungkharisma, dan tersangka penyebaran berita bohong atau hoaks, Mustofa Nahrawardaya, dibebaskan penyidik Polda Metro Jaya, karena permohonan penangguhan penahanan yang diajukan melalui pengacaranya dikabulkan.

Selain kedua tokoh tersebut, pengajuan penangguhan penahanan 58 tersangka kasus kerusuhan 21-22 Mei 2019 di depan kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, dan sekitarnya, juga dikabulkan penyidik Polda Metro Jaya.

"Pengajuan penangguhan penahanan dilakukan karena mau Lebaran dan agar mereka dapat merayakannya bersama keluarga," kata Hendarsam Marantoko, salah satu pengacara ke-60 tersangka itu, Senin (3/6).

Hendarsam mengatakan, penjamin para tersangka tersebut adalah Sufmi Dasco Ahmad, Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang juga anggota Komisi III DPR RI.

Hendarsam menyebutkan, Lieus dan Mustofa dalam kondisi sehat.

"Tapi Pak Lieus kan memang punya penyakit darah tinggi, sehingga harus rutin minum obat. Kalau obat tidak diminum, penyakitnya bisa kemana-mana," ujar Hendarsam.

Meski demikian, Lieus yang memang periang, tidak kehilangan sifat aslinya.

"Sore ini Pak Lieus sudah bisa pulang," imbuh Hendarsam.

Seperti diketahui, Lieus dijerat tindak pidana makar karena termasuk orang yang mewacanakan untuk melakukan people power, menyusul keyakinan dirinya bahwa penyelenggaraan Pilpres 2019 dicurangi secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM) demi kemenangan pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

Sementara Mustofa dijerat tindak pidana penyebaran hoaks karena melalui akun Twitter-nya pada 23 Mei 2019 dia memposting video penganiayaan yang dilakukan sejumlah petugas Brimob terhadap seorang bocah laki-laki di Jalan Kampung Bali XXXIII, Kelurahan Kampung Bali, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dengan disertai postingan foto seorang anak laki-laki bernama Harun.

Menurut Mustofa, Harun adalah anak yang dianiaya tersebut, dan kejadiannya saat pecah kerusuhan di Jakarta pada 22 Mei 2019.

Namun menurut versi polisi, anak yang dianiaya itu bukan Harun, melainkan Andri Bibir.[dod]

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00