Ini Beda Ahok, Djarot dan Anies Soal Takbiran Di Mata Wasekjen MUI

Jakarta  SELASA, 04 JUNI 2019 , 18:50:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ini Beda Ahok, Djarot dan Anies Soal Takbiran Di Mata Wasekjen MUI

Ustadz Tengku Zulkarnain/Ist

Ada perbedaan mencolok tiga gubernur DKI Jakarta terakhir dalam menyikapi kegiatan takbiran keliling dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

Demikian disampaikan Wakil Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustadz Tengku Zulkarnain melalui akun Twitternya yang dikutip Selasa (4/6).

Saat ibukota dipimpin Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat, diketahui kegiatan takbir keliling tidak dibolehkan.

Hal ini berbeda ketika tampuk kekuasaan Pemprov DKI Jakarta dipimpin Anies Baswedan. Dia tak melarang takbiran keliling asalkan memperoleh pengawalan dari aparat Dinas Perhubungan (Dishub).

Ustadz Tengku pun memuji kebijakan Anies Baswedan yang tidak melarang kegiatan warga melaksanakan takbiran keliling di jalan protokol.

"Apa bedanya Ahok, Djarot, dan Anies...? Anies tidak larang takbiran keliling di Kota Jakarta di malam Lebaran... Salut...! Allahu Akbar...!" tulis akun @ustadtengkuzul.

Pada zaman Ahok-Djarot, pemerintah mengimbau warga Jakarta tidak melakukan takbiran secara berkeliling di jalan protokol dan lebih baik dilakukan di masjid atau di wilayah masing-masing saja. Alasannya, guna mencegah kecelakaan lalu lintas dan kemacetan.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak melarang warga ibukota yang ingin melaksanakan takbir keliling untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah/2019.

Justru Anies mengimbau agar masyarakat yang melaksanakan malam penutupan bulan Ramadan dengan takbiran keliling agar berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

"Jadi yang mau mengadakan takbiran keliling koordinasi dengan Lurah, nanti kita bantu kawal dengan Dishub sehingga tertib dan rapi. Nanti rutenya ditentukan Dishub sehingga ada ketertiban dan kerapihan," ujar Anies di Puskesmas Kalideres, Jakarta Barat, Senin (3/6).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengingatkan kepada masyarakat agar mengutamakan faktor keselamatan.

"Jangan melakukan hal yang berisiko pada keselamatan baik takbiran keliling maupun naik motor naik mobil yang berisiko pada kecelakaan," imbuhnya.

Takbir keliling sendiri merupakan kegiatan yang sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia. Mereka akan berkeliling seraya bertakbir sebagai ekspresi kegembiraan dengan datangnya Hari Raya Idul Fitri.

"Intinya bagaimana kegiatan takbiran yang memang secara tradisional memang memiliki tradisi untuk berkeliling. Dulu berkeliling kampung bawa obor, sekarang berkeliling menggunakan kendaraan," tutupnya.[dod]

Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN