Mudik Gratis DKI Dituduh Ada Korupsi, M Taufik: Kok Sirik Banget Sama Pak Anies

Jakarta  SENIN, 10 JUNI 2019 , 12:01:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Mudik Gratis DKI Dituduh Ada Korupsi, M Taufik: Kok Sirik Banget Sama Pak Anies

Anies Baswedan dan Mohamad Taufik/Ist

Program mudik dan balik gratis yang digagas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai sangat menguntungkan warga Jakarta yang sedang merasakan kesulitan ekonomi. Karena mereka bisa pulang kampung dan balik gratis tanpa mengeluarkan ongkos transportasi.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik saat dihubungi Kantor Berita RMOLJakarta, Senin (10/6).

"Rakyat sedang susah. Mau pulang kampung ongkosnya serba mahal. Jadi mudik dan balik gratis Pak Anies sangat menguntungkan dan pantas dilanjutkan ke tahun-tahun berikutnya," kata Taufik.

Karenanya Taufik mengaku bingung dengan munculnya kecurigaan penggelembungan anggaran terhadap program yang baru pertama kali dilaksanakan Pemprov DKI Jakarta tersebut.

"Kalau disebut ada korupsi, silahkan tunjukkan bukti-buktinya. Jangan asal ngoceh lewat media sosial," tegas Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta ini.

Taufik juga mempertanyakan sikap publik yang lebih menyoroti program mudik dan balik Anies Baswedan. Padahal banyak sekali instansi pemerintah maupun BUMN yang menggelar kegiatan serupa.

"Kok sirik banget sama Pak Anies. Wong beliau bekerja tulus untuk warga Jakarta, kenapa dicurigai terus," ujar Taufik.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko, mengatakan program mudik gratis tahun 2019, dinodai oleh informasi yang salah sehubungan dengan anggaran sewa bus yang mencapai Rp14 miliar.

Sesuai catatan, jelas Sigit, anggaran sebesar itu bukan hanya diperuntukkan bagi sewa bus, melainkan juga untuk menyewa truk pengangkut motor dengan total 62 truk, meliputi 36 truk arus mudik dan 26 truk arus balik.

Kemudian biaya pajak, pengawasan, pelaksanaan, dan pengelolaan acara. Maka anggaran untuk sewa bus saja Rp11,4 miliar,” kata Sigit dalam siaran persnya, di Jakarta, Minggu (9/6).

Selain itu, tersebar pula informasi di media sosial bahwa sewa bus dilakukan hanya sekali jalan. Hal itu tidak benar karena layanan mudik gratis Pemprov DKI Jakarta tidak hanya arus mudik, tapi juga arus balik.

Dengan demikian, kata Sigit, armada bus yang disiapkan juga untuk dua kali perjalanan dengan total armada sebanyak 594 bus.

Selain itu, lanjutnya, tersiar kabar bahwa biaya per armada bus menghabiskan Rp29 juta dengan tujuan Ciamis, Tasikmalaya, dan Kuningan berbiaya sama.

Untuk diketahui harga sewa bus tidak sama dan jangan dipukul rata untuk semua tujuan. Besarannya berbeda-beda sesuai kota tujuan. Tentu harga sewa ke Ciamis tidak sebesar harga sewa bus ke Yogyakarta, dan harga ke Yogyakarta tidak sama dengan harga ke Jombang dan seterusnya,” urai Sigit.[dod]

Komentar Pembaca
PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

SABTU, 25 MEI 2019 , 13:35:00