Said Didu: Maruf Tetap Pejabat BUMN Meski BSM Dan BNI Syariah Berstatus Anak Perusahaan

Politik  SELASA, 11 JUNI 2019 , 22:26:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Said Didu: Maruf Tetap Pejabat BUMN Meski BSM Dan BNI Syariah Berstatus Anak Perusahaan

KH Ma'ruf Amin/Net

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu angkat bicara terkait polemik status Cawapres Ma'ruf Amin yang disebut masih aktif menjadi Dewan Pengawas Syariah (DPS) di dua anak perusahaan BUMN, BSM dan BNI Syariah.

Menurut Said Didu, Ma'ruf tetap berstatus sebagai pejabat BUMN meskipun dua perusahaan yang namanya tercantum sebagai DPS berstatus sebagai anak perusahaan BUMN.

Pernyataan Said Didu ini seolah mematahkan klaim pihak Mar'uf Amin yang menyebut anak perusahaan BUMN terpisah dari BUMN itu sendiri.

"Ada pihak yang giring opini seakan KMA (Kiai Ma'ruf Amin, red) bukan pejabat BUMN karena hanya pejabat anak perusahaan," ujar Said Didu di Twitter, Selasa (11/6).

Said Didu pun menjelaskan pernyataannya itu. Menurutnya, Maruf Amin tetap pejabat BUMN. Hal itu berkaca pada pemberhentian dirinya dari Komisaris PT Bumi Asam tahun 2018 lalu.

"Saya jelaskan: 1. Pejabat anak perusahaan BUMN adalah pejabat BUMN; 2. Penerapan hukum pejabat anak perusahaan BUMN sama dengan BUMN, banyak contoh termasuk pemberhentian saya sebagai Komisaris PTBA (anak perusahaan Inalum)," jelas Said Didu.

Sebelumnya, banyak pihak menyebut Ma'ruf Amin bukan pejabat BUMN meski namanya tercantum sebagai DPS dua bank anak perusahaan BUMN. Salah satu yang mengatakan ini adalah Ketua Tim Hukum TKN Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra.

"Kalau sudah anak dan cucu perusahaan BUMN, ya bukan BUMN lagi namanya. Menteri BUMN juga tidak mengurusi lagi anak cucu perusahaan BUMN. Itu sepenuhnya sudah swasta," ujar Yusril kepada Kantor Berita RMOL, Selasa (11/6).[dod]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09