Mudik Gratis Dituding Pemborosan, PKS Bela Anies

Jakarta  RABU, 12 JUNI 2019 , 08:49:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Mudik Gratis Dituding Pemborosan, PKS Bela Anies

Mudik gratis/Ist

Program mudik dan balik gratis yang baru pertama kali digelar Pemprov DKI Jakarta masih saja dipersoalkan publik, karena dinilai pemborosan.

Salah satunya disuarakan Peneliti dari Indonesia Budget Center (IBC) Ibeth Koesrini yang menilai alokasi sebesar Rp14 miliar dari APBD DKI Jakarta untuk mudik gratis menyalahi prinsip dalam pengelolaan anggaran.

Menurut Ibeth, seharusnya Gubernur DKI Anies Baswedan mencari alternatif lain seperti dari dana CSR.

"Banyak sekali sebenarnya perusahaan yang mendapatkan izin dari pemerintah DKI yang bisa diminta untuk membiayai ini," kata Ibeth, kemarin.

Ibeth menyebut penggunaan anggaran tersebut sebagai pemborosan lantaran digunakan untuk kepentingan pribadi. Angka Rp14 miliar itu pun dihabiskan hanya dalam 2 minggu.

"Mudik kan urusan pribadi menurut saya dan sumber dananya tidak (perlu) diambil dari APBD gitu," ujar Ibeth.

Tuduhan pemborosan yang disampaikan IBC memperoleh tanggapan dari Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi.

Suhaimi mengaku tak melihat anggaran sebesar itu sebagai pemborosan APBD.

Suhaimi mengatakan, DPRD DKI mengesahkan penggunaan APBD tersebut lantaran digunakan untuk kebaikan masyarakat.

"Kan itu masyarakat DKI yang asalnya dari Jateng, Jatim, kemudian dibantu oleh Pemda. Dalam prinsip saya, atau komisi B dalam APBD itu memberikan dalam bentuk pelayanan kepada masyarakat," kata Suhaimi, kemarin.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko, mengatakan program mudik gratis tahun 2019, dinodai oleh informasi yang salah sehubungan dengan anggaran sewa bus yang mencapai Rp14 miliar.

Sesuai catatan, jelas Sigit, anggaran sebesar itu bukan hanya diperuntukkan bagi sewa bus, melainkan juga untuk menyewa truk pengangkut motor dengan total 62 truk, meliputi 36 truk arus mudik dan 26 truk arus balik.

Kemudian biaya pajak, pengawasan, pelaksanaan, dan pengelolaan acara. Maka anggaran untuk sewa bus saja Rp11,4 miliar,” kata Sigit dalam siaran persnya, di Jakarta, Minggu (9/6).

Selain itu, tersebar pula informasi di media sosial bahwa sewa bus dilakukan hanya sekali jalan. Hal itu tidak benar karena layanan mudik gratis Pemprov DKI Jakarta tidak hanya arus mudik, tapi juga arus balik.

Dengan demikian, kata Sigit, armada bus yang disiapkan juga untuk dua kali perjalanan dengan total armada sebanyak 594 bus.

Selain itu, lanjutnya, tersiar kabar bahwa biaya per armada bus menghabiskan Rp29 juta dengan tujuan Ciamis, Tasikmalaya, dan Kuningan berbiaya sama.

Untuk diketahui harga sewa bus tidak sama dan jangan dipukul rata untuk semua tujuan. Besarannya berbeda-beda sesuai kota tujuan. Tentu harga sewa ke Ciamis tidak sebesar harga sewa bus ke Yogyakarta, dan harga ke Yogyakarta tidak sama dengan harga ke Jombang dan seterusnya,” urai Sigit.[dod]

Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Cegah Banjir, 41 Drainase Vertikal Dibangun di Jaktim
PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00