Ikut Program Mudik Gratis DKI, Warga Kebagusan Ini Hemat Ongkos Rp 9 Juta

Jakarta  RABU, 12 JUNI 2019 , 15:31:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ikut Program Mudik Gratis DKI, Warga Kebagusan Ini Hemat Ongkos Rp 9 Juta

Anies Baswedan terima perwakilan program mudik gratis/RMOL

Program mudik gratis yang digelar Pemprov DKI Jakarta menjadi berkah tersendiri bagi lebih dari 17 ribu warga ibukota. Karena mereka tak perlu merogoh duit sepeser pun untuk bisa berlebaran di kampung halamannya masing-masing.

Hari ini, Rabu (12/6), sekitar 40 orang peserta mudik gratis mendatangi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota.

Tak ada jamuan istimewa. Hanya beberapa kursi saja disiapkan setengah melingkar. Anak-anak pemudik ini terlihat asyik duduk lesehan di karpet yang menutupi ruang Balairung, Balai Kota. Sesekali, anak-anak itu aktif bercengkrama saat orangtua mereka ngobrol serius dengan sang gubernur. Pemudik ini sumringah bisa bertemu orang nomor satu di Jakarta ini.

Tukimin, misalnya. Warga asal Solo ini telah menetap belasan tahun di Jakarta. Profesinya sebagai guru honorer di SMP Negeri 255 Jakarta Barat, sudah lama tak mengunjungi kampung halamannya.

Alasan ekonomi yang menjadi penyebabnya. Namun, dengan mudik gratis Pemprov DKI Jakarta, dia bisa bersilaturahmi dengan keluarga besarnya di kampung.

"Selama ini, kita belum pernah ikut mudik sama sekali. Baru bisa mudik tahun ini, alasannya pulang malu nggak pulang rindu. Kami ucapkan terima kasih kepada Pemprov DKI. Kita nggak diminta biaya. Sehingga anggaran ongkos bisa kita bagi bagikan kepada sanak saudara di Solo. Setelah saya cerita-cerita, mereka juga yang di Lampung ingin ikutan juga. Semoga diadakan," kata Tukimin di Balai Kota.

Senada dengannya, Bambang Heriyanto mengaku terbantu dengan mudik gratis dari Pemprov DKI Jakarta.

Biasanya, Bambang yang tinggal di Kebagusan, Jakarta Selatan ini harus merogoh kocek hingga Rp 750 ribu untuk tiket Bis ke Tulungagung, kampung halamannya.

Dengan anggota keluarganya yang mencapai 6 orang, Bambang harus mengeluarkan uang hingga lebih dari Rp 9 juta untuk pulang pergi.

"Saya bawa duit pulang ke Jawa Timur cuma Rp 2 juta. Berarti kalau untuk jalan sekali saja kurang. Saya memutuskan untuk tidak pulang kampung. Tapi, malam hari melihat online pulang kampung gratis oleh Pemprov DKI pulang pergi. Saya senang sekali karena selama ini saya nggak ada uang untuk pulang," jelas Bambang.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta memfasilitasi kegiatan mudik gratis bagi warga Jakarta dengan mengerahkan 594 armada bus yang terdiri atas 372 armada bus saat mudik dan 222 armada bus saat balik.

Setiap armada bus memiliki kapasitas maksimal 54 orang yang kemudian akan mengantar penumpang ke 10 kota tujuan, yaitu Ciamis, Kuningan, Tegal, Pekalongan, Semarang, Kebumen, Solo, Wonogiri, Yogyakarta, dan Jombang.

Total anggaran untuk Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta mencapai Rp14 miliar, yang diperuntukkan bagi penyewaan bus dua kali perjalanan, penyewaan 62 truk pengangkut motor peserta mudik, pembayaran pajak, sistem pengawasan, pelaksanaan, dan pengelolaan acara. [dod]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09