BPN: Sidang MK Bongkar Pemufakatan Curang 01

Politik  MINGGU, 23 JUNI 2019 , 11:23:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

BPN: Sidang MK Bongkar Pemufakatan Curang 01

Screenshot Twitter/Ist

Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 sudah rampung digelar. Saat ini kedua kubu menunggu keputusan majelis hakim MK pada Jumat (28/6) mendatang.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menilai, sidang MK yang dilakukan secara maraton berhasil membongkar sederet kecurangan tim paslon nomor 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Kecurangan yang dilakukan diantaranya diiungkapkan oleh saksi tim Prabowo-Sandiaga Uno, Hairul Anas.

Anas mengaku pernah memperoleh pelatihan saksi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf di Hotel El Royale, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Februari lalu.

Anas saat itu menjadi perwakilan dari calon legislatif Partai Bulan Bintang yang mendukung pasangan calon nomor urut 01 itu.

Salah satu tokoh yang memberikan materi adalah Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto. Ia memaparkan tentang strategi memenangkan suara dengan menyebut pasangan calon 02 identik dengan ekstrem dan radikal.

"Persidangan MK berhasil membongkar permufakatan curang yg disusun di Acara TOT di Kelapa Gading. Hakim MK diharapkan menelusuri peran Hasto Sekjend PDIP dalam acara tersebut. Dimana Hasto menyampaikan: pihak 02 dicap Radikal dan pendukung Khilafah," tulis akun @andre_rosiade, Minggu (23/6).

Soal tuduhan khilafah dan radikal sempat ditanyakan Ketua Tim Hukum Prabowo, Bambang Widjojanto.

"Diksinya memang ekstrem, radikal, khilafah banyak diselipkan. Dan itu sudah umum di medsos," ucap Anas.

Ia juga mengaku menerima materi tentang strategi pemenangan Jokowi-Ma'ruf di Sumatera yang disebut harus ditaklukkan melalui kepala daerah dan dukungan logistik.

"Jadi dari lurah sampai KPPS. Kalau bisa atur (strategi) sampai ke sel terkecil, ke KPPS-nya," tuturnya.[dod]

Komentar Pembaca