Pak Anies, Tolong Pindahkan RPH Babi Dari Kapuk

Jakarta  MINGGU, 23 JUNI 2019 , 18:24:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pak Anies, Tolong Pindahkan RPH Babi Dari Kapuk

Inggard Joshua/Net

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Inggard Joshua mendorong Pemprov DKI segera menutup Rumah Pemotongan Hewan (RPH) babi di Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Mengingat keberadaan sarana tersebut membuat lingkungan permukiman di sekitar lokasi itu kotor dan jorok.

Saya sudah bicarakan usulan penutupan RPH Babi di Kapuk langsung sama Pak Gubernur (Anies Baswedan). Pak Anies tolong segera ditutup. Kasihan warga yang terganggu dengan limbah babi selama bertahun-tahun," kata Inggard di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (23/6).

Inggard mengungkapkan, warga setempat sudah sering melaporkan masalah limbah RPH Babi di Kapuk ke Pemkot Jakarta Barat, namun sampai saat ini tidak juga digubris.

"Pindahkan saja ke tempat lain. Apalagi setiap hari hanya memotong sekitar 200 ekor babi,” ujar Inggard.

"Polusi yang ditimbulkan dari adanya rumah potong ini sangat mengganggu masyarakat sekitar. Selain bau, limbah dari kotoran ini ternyata dibuang ke aliran kali yang ada di sekitar pemukiman,” imbuhnya.

Tak hanya soal pulusi, Inggard juga menilai kalau lahan yang digunakan untuk rumah potong babi tersebut terlalu luas kalau hanya untuk memotong babi sebanyak 200 ekor per hari.

Jadi lahan tempat potong babi ini luasnya mencapai 5 hektare. Sementara babi yang dipotong disini jumlahnya kurang lebih hanya sekitar 200 ekor saja,” ujar Inggard.

Oleh karenanya, Inggard mengusulkan agar keberadaan rumah potong babi ini dihilangkan saja. Untuk lahannya bisa dipakai untuk kepentingan masyarakat Jakarta Barat.

Seperti adanya penambahan sarana dan prasarana kesehatan untuk masyarakat.

Inggard menambahkan, dalam waktu dekat, dirinya bersama perwakilan warga akan menemui gubernur DKI untuk membahas penutupan RPH Babi tersebut.

"Karena memang idealnya semua RPH seharusnya berada di lokasi yang jauh dari permukiman warga atau di luar kota," papar Inggard.

Menurut dia, RPH harus dibuat di tanah yang lapang dan jauh dari permukiman. Kemudian sistem sanitasinya juga harus baik agar tidak menimbulkan penyakit.

Inggard menuturkan, Pemprov DKI bisa mencari lahan dengan kriteria semacam ini di luar kota sehingga tidak mengganggu lingkungan warga Jakarta.

"Sebaiknya di luar kota tapi dekat dengan akses jalan tol," pungkas Inggard.[dod]

Komentar Pembaca
PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

SABTU, 25 MEI 2019 , 13:35:00