Ombudsman Kritisi Penerapan Sistem Zonasi PPDB Di DKI

Jakarta  SELASA, 25 JUNI 2019 , 18:30:00 WIB

Ombudsman Kritisi Penerapan Sistem Zonasi PPDB Di DKI

Ilustrasi/Net

Kepala Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya Teguh Nugroho mengkritisi sistem zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Ia menilai Pemprov DKI tidak menjalankannya sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Seharusnya Pemprov DKI menjalankan intruksi yang sudah dituliskan oleh Permendikbud dengan menerapkan sistem zonasi murni.

Karena, menurutnya kualitas pendidikan di Jakarta sudah merata dan dialokasikannya anggaran pendidikan yang besar di dalam APBD DKI setiap tahunnya.

"Kami sih masih berharap pergub yang dikeluarkan oleh pemprov DKI harusnya sesuai Permendikbud 51 2018. Karena kualitas pendidikan di Jakarta kan merata, harusnya tidak perlu lagi sistem zonasi yang berlapis dengan afirmasi dan inklusi, khusus teman-teman JakLingko. Ini kan tidak terlalu diminati," kata Teguh saat dihubungi, Selasa (25/6).

Kedepan, Pemprov DKI sebaiknya memberikan contoh kepada daerah-daerah lain idalam menerapkan sistem zonasi PPDB

"Iya seharusnya karena kualitas pendidikan sudah merata, anggaran besar, Jakarta seharusnya bisa melakukan zonasi sesuai Permendikbud 51," ujar Teguh.

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Divisi Pendidikan Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya, Rully Amirullah juga mengatakan, pihaknya menolak penerapan sistem zonasi itu karena tidak diajak diskusi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Kalau versi mereka (Dinas Pendidikan DKI) ketika pembuatan Permendikbud 51/2018 mereka enggak diundang atau diajak bicara. Dan sekaligus juga hal ini sudah diketahui Kemdikbud sendiri," kata Rully Amirullah.

"Kalau di pasal 41 kan ada pasal sanksi tuh. Bahwa setiap pemda yang tidak melakukan mengikuti Permendikbub 51/2018 akan diberikan sanksi lewat mendagri. Teguran dan sebagainya," tambahnya.

Diketahui, PPDB 2019 jalur zonasi dengan sistem daring (online) untuk jenjang SMA di Provinsi DKI Jakarta dimulai Senin (24/6) pukul 08.00 WIB sampai Rabu pukul 14.00 WIB. Di DKI Jakarta, PPDB dilakukan kombinasi domisili dan hasil nilai Ujian Nasional (UN).[dod]

Komentar Pembaca
PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

SABTU, 25 MEI 2019 , 13:35:00