PPDB Zonasi Bikin Orang Tua Murid Resah, Kadisdik Malah Klaim Paling Adil

Jakarta  RABU, 26 JUNI 2019 , 09:02:00 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA

PPDB Zonasi Bikin Orang Tua Murid Resah, Kadisdik Malah Klaim Paling Adil

Ratiyono/RMOL

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Ratiyono angkat bicara terkait tudingan orang tua murid yang kecewa dan mengatakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi bohong.

Kebohongan yang dimaksud adalah, anak mereka tidak bisa masuk sekolah negeri sebab terkendala nilai hasil ujian akhir.

Justru, Ratiyono menyebut sistem zonasi ini sudah sangat adil karena tidak berpatokan hanya pada satu indikator saja. Ada faktor lain yakni, domisili, nilai rata-rata hasil ujian akhir juga menjadi satu faktor penentu untuk masuk sekolah negeri.

"Kalau menurut saya zonasi itu sudah sangat adil, tapi tetap ada parameter lain yang menyertai. Jadi tidak bisa hanya satu syaratnya. Kalau hanya satu syarat saja atau hanya cepat-cepatan datang ke sekolah, atau hanya jarak saja justru itu tidak adil," kaa Ratiyono saat dikonfirmasi, Rabu (26/6).

Pada Selasa (25/6), Jelita salah satu orang tua wali memprotes sistem zonasi yang berlaku saat ini, menurutnya aturan menurutnya ini hanya mempersulit anak - anak untuk melanjutkan pendidikan.

Jelita memaparkan bila anaknya secara zonasi direkokemendasikan 8 sekolah negeri untuk mendaftar anaknya di wilayah Jakarta Pusat, namun anaknya tetap tidak keterima pada sekolah - sekolah yang direkomendasikan itu lantaran nilai rata - rata anaknya dibawah angka 8.

Ini diceritakan Jelita di SMP Negri 1 Cikini, Jakarta Pusat sesaat setelah mengetahui anaknya tidak memenuhi syarat mendaftar di sekolah tersebut.

Ratyono mengusulkan bagi orang tua yang belum bisa mendaftarakan anak - anaknya disekolah negeri, silahkan mendaftar di sekolah swasta.

"Nah tetap ada kesempatan dia menimba ilmu di sekolah swasta. Karena jumlah sekolah negeri dan daya tampungnya juga kan terbatas. Nanti ketika dia diterima di swasta, coba deh belajar sungguh-sungguh biar bisa keterima di negeri pada jenjang berikutnya," pungkasnya..

Hingga kini, Disdik DKI belun punya solusi tepat bagi calon siswa baru yang tidak masuk di sekolah negeri. Salah satu cara terjitu adalah masuk ke sekolah swasta.

"Yang perlu disadari oleh anak yang tidak memiliki nilai tinggi dan tidak bisa masuk ke sekolah negeri, jumlah kursi di DKI ini cukup. Artinya alternatifnya anak itu bisa melanjutkan di sekolah swasta," tutupnya.[dod]

Komentar Pembaca
PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

SABTU, 25 MEI 2019 , 13:35:00