Terganjal Status Lahan, Revitalisasi 21 Pasar Molor

Jakarta  RABU, 26 JUNI 2019 , 23:16:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Terganjal Status Lahan, Revitalisasi 21 Pasar Molor

Arief Nasrudin/Net

Akibat terganjal status lahan pasar dalam proses perubahan sertifikasi, membuat revitalisasi 21 pasar tradisional di ibukota yang ditargetkan rampung pada 2021 berpotensi molor.

"Jadi, saat ini status tanahnya Pasar Jaya ini adalah hak pakai. Jadi, di 21 pasar ini (status tanahnya) akan diubah menjadi hak pengelolaan lahan oleh Pak Gubernur (Anies Baswedan)," kata Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pasar Jaya Arief Nasrudin, Rabu (26/6).

Kondisi ini membuat revitalisasi pun tidak sesuai target. Namun, hal tersebut tidak mengurungkan niat Pasar Jaya untuk mempercantik pasar-pasar tradisional.

Namun, demi mencegah terjadinya persoalan hukum, maka persoalan lahan tersebut harus dituntaskan lebih dulu.

”Sebenarnya ini akan menjadi lebih baik,” ujar Arief.

Arief mengatakan, bahwa proses perubahan sertifikasi sangat penting. Pasalnya, apabila status lahan pasar telah menjadi hak pengelolaan lahan, pihaknya akan lebih mudah dalam menjalankan bisnis dan memugar.

"Ini akan menjadi sejarah baru buat Pasar Jaya bisa mendapatkan HPL (hak pengelolaan lahan). Jadi, pembangunan pasarnya bisa diintegrasi dengan rusun dan apa pun yang sudah diperdakan. Ini proses perubahannya yang memang sedang berjalan,” papar Arief.

Arief mengungkapkan, proses perubahan sertifikasi lahan pasar dari hak pakai menjadi hak pengelolaan lahan memakan waktu yang tidak sebentar. Waktu dibutuhkan paling tidak sekitar satu tahun. Oleh karena itu, kata dia, revitalisasi pasar secara fisik diperkirakan baru dapat dilakukan tahun depan.

”Jadi, kami lagi menunggu supaya tatanan ini selesai terlebih dahulu sebelum melakukan pembangunan dengan kerja sama pihak ketiga atau apa pun itu,” tutup Arief.

Sebelumnya, Perumda Pasar Jaya akan merevitalisasi 21 pasar tradisional di ibukota. Program revitalisasi tersebut dijadwalkan dimulai tahun ini dan rampung pada 2021.

Konsep revitalisasi direncanakan akan mengintegrasikan pasar dengan permukiman penduduk, rusunawa, rusunami, hotel, dan perkantoran, dengan penambahan fasilitas, seperti bioskop rakyat pada beberapa pasar.

Adapun 21 pasar tradisional yang akan direvitalisasi adalah Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Pasar Kebon Melati, Jakarta Pusat, Pasar Lontar, Jakarta Pusat, Pasar Lontar, Jakarta Utara, Pasar Jembatan Lima, Jakarta Bara, Pasar Jembatan Besi, Jakarta Barat, dan Pasar Slipi, Jakarta Barat.

Berikutnya, Pasar Jelambar Polri, Jakarta Barat, Pasar Radio Dalam, Jakarta Selatan, Pasar Mede, Jakarta Selatan, Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, Pasar Karet Pedurenan, Jakarta Selatan, Pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Pasar Kayu Putih, Jakarta Utara, dan Pasar Rawamangun, Jakarta Timur.

Selain itu, Pasar Rawabadak, Jakarta Utara, Pasar Sindang, Jakarta Utara, Pasar Jembatan Merah Blok A, Jakarta Pusat, Pasar Sunan Giri, Jakarta Timur, Pasar Cipete Utara Blok A, Jakarta Selatan, dan Pasar Serdang, Jakarta Pusat.[dod]

Komentar Pembaca
PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

SABTU, 25 MEI 2019 , 13:35:00