Ini Strategi Kemenhub Atasi Permasalahan Over Dimension Dan Over Loading

Nasional  JUM'AT, 28 JUNI 2019 , 20:49:00 WIB | LAPORAN: ARI RAHMAN

Ini Strategi Kemenhub Atasi Permasalahan Over Dimension Dan Over Loading

Rapat pembahasan ODOL/hum

Kementerian Perhubungan terus berupaya memperbaiki sekaligus menangani permasalahan Over Dimension dan Over Loading (ODOL) dari hulu hingga ke hilir sehingga tercipta Zero ODOL.   

"Kita tidak dapat mengandalkan polisi saja untuk menanganinya. Persoalan ODOL intinya akan kami jalani terus pemberantasannya namun untuk mengatasinya kami juga melakukan pemberian edukasi atau dengan soft power," kata Dirjen Budi dalam saat menggelar rapat di Gedung Karsa, Kementerian Perhubungan, Jumat (28/6/19).

Dalam rapat yang juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Sugiyartanto tersebut, secara umum diajukan 4 tahap strategi  gunas menuntaskan persoalan ODOL.

Keempat stretegi tersebut yakni,  melakukan edukasi dengan cara preventif (misalnya melalui sosialisasi/ komitmen), Melakuan penegakan hukum, membangun terminal barang yang terintegrasi, dan memberikan  Insentif untuk angkutan barang.

"Hasil komitmen dari sistem edukasi yaitu melakukan normalisasi kendaraan ODOL dengan batas waktu 1 tahun untuk angkutan tangki dan 6 bulan untuk kendaraan umum," ujar Dirjen Budi.

Pada rencana penegakan hukum juga akan diciptakan Komitmen Zero Odol” yaitu, Penegasan aturan IMO atas ODOL pada truk container, Pembentukan satgas (task force) normalisasi, penyidikan dan penuntutan bagi oknum yang masih melanggar ketentuan, dan tilang dan penurunan barang serta penundaan perjalanan.

Sementara mengenai tahapan insentif untuk angkutan barang ini ada 3 jenis yaitu subsidi tarif angkutan barang, pengurangan pajak untuk angkutan barang, dan kemudahan dalam berusaha.

"Perlu ada kemauan kita semua untuk melakukan hal ini, termasuk kemampuan dan komitmen kita untuk menanganinya. Ini akan saya tindaklanjuti sampai ada draft sebelum saya sahkan sebagai pedoman kita untuk melakukan penertiban ODOL," pungkas Dirjen Budi.

Rapat tersebut juga Djoko Setijowarno selalu pengamat transportasi serta beragam asosiasi seperti Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Organisasi Angkutan Darat (Organda), Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo), Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), asosiasi semen, asosiasi baja, dan asosiasi minuman ringan. [rah]



Komentar Pembaca